TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Krisis Talenta, Startup Berperan Gali Potensi Individu

Potensi yang dimiliki harus dimaksimalkan agar tercipta inovasi.
Krisis Talenta, Startup Berperan Gali Potensi Individu
Putra 2 (VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis)

VIVA.co.id – Pemerintah mencanangkan Gerakan Nasional 1.000 startup digital pada 2016. Program ini mendorong terciptanya seribu perusahaan berbasis digital di Indonesia.

Keberagaman suku, budaya, bahasa, dan lainnya menjadi modal serta penyemangat program nasional tersebut. Jurnalis senior Putra Nababan mengatakan, bicara soal startup, maka harus bicara manusia, atau pendiri yang ada di belakangnya.

Menurut dia, startup jangan diperlakukan seperti benda mati, namun dikembangkan supaya tercipta inovasi.

"Startup dibuat oleh kita. Kita lah yang harus 'menghidupkannya'. Karena itu potensi yang ada dalam diri para pendirinya harus digali dan dimaksimalkan,” kata Putra, melalui keterangan tertulis, Senin, 5 Juni 2017.

Putra, yang juga pendiri idtalent.id ini berbicara mengenai bagaimana memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri (Maxime Your Potential).

Ia pun bercerita alasan terjun ke dunia startup. "Berawal dari seringkali menyaksikan masalah yang muncul di industri media yang sumber utamanya yaitu kurangnya talenta (talent) dan kebanyakan pekerja," ungkap Putra.

Selama 23 tahun berkarier di dunia jurnalistik, mulai dari majalah, koran, radio, televisi hingga portal berita, Putra menilai salah satu tantangan terbesar adalah rekrutmen talent dan kepedulian industri terhadap pengembangan talent.

"Kita punya banyak pekerja, tapi krisis talent. Ini yang dirasakan tidak hanya industri media tetapi juga BUMN," tuturnya.

Di mata Putra, definisi talent adalah seseorang yang siap bekerja menerima tantangan, tidak mudah menyerah dan mampu melakukan inovasi.

Karakter ini dibutuhkan karena para talent ini yang punya komitmen mengembangkan industri, bukan sekadar bekerja untuk menerima upah bulanan.

Berdasarkan riset dari The Global Talent Competitiveness Index, Indonesia berada di peringkat 90 dari 118 negara mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dari hasil riset ini lah yang membuat Putra merasa khawatir. "Tentunya, kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Caranya dengan perbanyak talent," tutur Putra.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP