TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Survei: Meth dan Ganja Sintetis Narkoba Paling Berbahaya

Kokain justru "terlempar" dari lima besar jenis narkoba berbahaya.
Survei: Meth dan Ganja Sintetis Narkoba Paling Berbahaya
Ilustrasi ganja. ( REUTERS/Steve DiPaola)

VIVA.co.id – Survei terbaru yang bertajuk Global Drug Survey (GDS) menyebutkan bahwa methamphetamine (meth) dan ganja sintetis merupakan jenis narkotika paling berbahaya di dunia. Masing-masing narkoba itu unggul dengan 4,8 persen dan 3,2 persen, dianggap konsumen sebagai narkoba berbahaya.

Mengutip situs Sciencealert, Jumat, 26 Mei 2017, selain keduanya, kemudian disusul berturut-turut alkohol (1,3 persen), ekstasi (MDMA/1,2 persen), dan amfetamin (1,1 persen), yang membawa para pecandunya terbaring di bangsal rumah sakit.

Adapun, urutan keenam dan ketujuh ditempati kokain dan LSD, yang masing-masing satu persen. Survei tersebut mendapat tanggapan dari 115.523 orang di lebih dari 50 negara.

Angka ini rata-rata terbagi dalam jenis kelamin, namun dalam kebanyakan kasus, perempuan ditemukan berisiko lebih besar. Sejak 1999, Survei Narkoba Global bertujuan untuk ‘membuat penggunaan narkoba lebih aman terlepas dari status hukumnya’.

Artinya, penjaga korban narkoba, pelayan kesehatan profesional, dan pembuat kebijakan rumah sakit turut andil dalam survei dan menginformasikan tentang seberapa besar efek dari zat ini.

Pendiri GDS yang juga psikiater kecanduan narkoba, Adam Winstock, mengatakan survei ini dibuat berdasarkan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

"Untuk pecandu LSD tetap berada di dalam tubuh hanya dalam waktu 3 jam. Sedangkan ganja dapat bertahan di sistem Anda hingga sebulan," kata Winstock.

Ia pun berharap dapat meningkatkan kesadaran akan tindakan dan larangan setiap jenis narkoba, serta mengurangi jumlah pasien yang masuk rumah sakit akibat ‘barang haram’ ini.

"Intinya, jika Anda ingin ‘memakai’ maka harus tahu bagaimana menggunakan barang itu," ungkapnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP