TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Temuan Baru, Asal Usul Manusia dari Eropa Bukan Afrika

Analisis fosil tulang rahang dan gigi, manusia tertua ada di Eropa.
Temuan Baru, Asal Usul Manusia dari Eropa Bukan Afrika
Fosil tua nenek moyang manusia (www.telegraph.co.uk/University of Toronto)

VIVA.co.id – Studi asal usul manusia selama ini populer meyakini manusia berasal dari Afrika atau dikenal dengan teori Out of Africa. Dalam teori itu, manusia mulai menyebar ke seluruh bagian dunia dari Afrika sekitar 200 ribu tahun lalu. Namun studi fosil terbaru mengungkapkan pandangan lain. Studi fosil tulang rahang dan gigi di Yunani dan Bulgaria menunjukkan, asal usul manusia berasal dari Benua Biru atau Eropa. 

Dikutip dari Reuters, Selasa, 23 Mei 2017, fosil yang diteliti ilmuwan itu merupakan fosil nenek moyang manusia yang hidup sekitar 7,2 juta tahun lalu. Fosil tersebut merupakan bagian dari makhluk yang mirip dengan kera, yang dinamai Graecopithecus freybergi. 

"Spesies kita berevolusi di Afrika, tapi garis keturunan mungkin tidak dari sana," jelas ahli paleoantropologi Universitas Tübingen, Jerman, Madelaine Böhme.

Bohme menuturkan, analisis fosil itu berpeluang mengubah pemahaman asal usul manusia secara radikal. 

Fosil tulang rahang beserta gigi sejatinya ditemukan di Athena pada 1944, sedangkan fosil gigi ditemukan di Bulgaria selatan-tengah pada 2009. Setelah ditemukan, ilmuwan mengujinya dengan menggunakan cara canggih, termasuk dengan CT scan. Umur fosil itu ditentukan dengan mengukur karbon pada batuan sedimen yang ditemukan pada fosil tersebut.

Ilmuwan juga menemukan karakteristik akar gigi pada fosil itu berbeda dengan simpanse dan nenek moyang makhluk itu, sehingga peneliti yakin Graecopithecus freybergi adalah bagian dari keturunan manusia awal atau dikenal hominin. Temuan fosil hominin ini mengalahkan 'rekor' hominin tertua selama ini, Sahelanthropus, yang hidup sekitar 6-7 juta tahun lalu di Chad, Afrika Tengah.

Graecopithecus tergolong spesies yang misterius, sebab fosilnya sangat jarang. Ukuran nenek moyang manusia ini diperkirakan seukuran simpanse betina dan tinggal di lingkungan padang rumput kering, mirip savana Afrika pada masa kini. 

Fosil tua nenek moyang manusia

Ahli paleoantropologi Universitas Toronto, Amerika Serikat, David Begun mengatakan, kemungkinan pemisahan evolusi di luar Afrika tak sesuai dengan spesies hominin yang muncul dari lokasi tersebut. 

"Kita tahu banyak mamalia Afrika yang sebenarnya berasal dari Afrika dan tersebar ke Afrika sekitar pada saat masa hidup Graecopithecus. Jadi kenapa Graecopithecus tidak demikian," jelasnya.

Hasil riset ini sudah dipublikasikan di jurnal Plos One. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP