TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

VIDEO: Pendukung Buktikan Bumi Tak Bulat

Pengukuran dilakukan di dalam pesawat terbang.
VIDEO: Pendukung Buktikan Bumi Tak Bulat
Ilustrasi peta dunia (www.pixabay.com/WikiImages)

VIVA.co.id – Gagasan Bumi datar memang masih diyakini sebagian orang. Perdebatan sengit kerap tersaji dalam diskusi pembuktian bentuk Bumi apakah bulat atau datar. 

Belum lama ini seorang pendukung teori Bumi datar menempuh cara yang unik untuk membuktikan gagasan Bumi bulat, apakah teori atau fakta. Dikutip dari Metro, Senin 22 Mei 2017, pendukung Bumi datar yang bernama D Marble memutuskan terbang dari North Carolina ke Seattle, Amerika Serikat, untuk membuktikannya. 

Dalam penerbangan itu, D Marble mengukur posisi burung besi itu dari dalam. Dia mengukur dengan tujuan ingin memantau apakah hidung pesawat akan menukik sebagai konsekuensi kelengkungan. Dalam pengukurannya, D Murble menggunakan pengukuran spirit level, yakni instrumen yang dirancang menunjukkan apakah permukaan horisontal atau melengkung. 

Bentuk perangkat dalam pengukuran ini adalah berbentuk persegi panjang yang diisi dengan cairan namun disisakan sedikit ruang untuk gelembung udara. Bila permukaan benar-benar rata, maka gelembung berada tepat di tengah perangkat tersebut. 

Dia kemudian mengunggahnya rekaman tersebut ke YouTube. Hasilnya, D Marble mengklaim tidak menemukan bukti Bumi bulat. 

D Marble mengaku telah merekam selang waktu 23 menit, 45 detik selama penerbangan. Dari pengukurannya, pesawat saat itu terbang di atas ketinggian 203 mil di atas daratan. 

"Menurut matematika kelengkungan yang menjelaskan model bentuk Bumi, seharusnya ini menghasilkan kelengkungan 5 mil. Tapi seperti yang Anda lihat, tak ada kelengkungan," ujar dia. 

D Marble tak hanya mengukur Bumi itu bulat atau tidak. Dalam penerbangan tersebut, dia juga menguji gagasan gravitasi. Dia dengan yakin mengatakan gagasan gravitasi adalah hanya teori dan tak ada buktinya, sebab dalam pengukuran gelembung udara tidak menetap di tengah. Dengan demikian, teori gravitasi menurutnya tidak terbukti dalam hal itu. 

"Jadi tak perlu lagi mempertahankan apa yang kita ketahui untuk menjadi benar. Saatnya kita berperang melawan musuh ini #FEOffensice," ujarnya. 

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP