TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Google Sampai Uber Dukung Karyawan Demo Hari Buruh

Isu yang diangkat meliputi membela imigran dan menolak penurunan upah.
Google Sampai Uber Dukung Karyawan Demo Hari Buruh
Aksi karyawan Google menolak larangan imigran Donald Trump (Twitter/@lifeatgoogle)

VIVA.co.id – Memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei, Google membolehkan karyawan mereka  menggelar aksi protes. Rencananya karyawan Google di Amerika Serikat akan bergabung dengan sekitar 340 ribu buruh untuk turun jalan memprotes Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

"Kami menghormati pilihan tiap karyawan untuk menyampaikan aspirasinya," tulis Google dalam pernyataan resmi di email perusahaan dikutip dari Mashable, Senin 1 Mei 2017.

Perusahaan internet itu menegaskan komitmen perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi seluruh karyawannya, termasuk kontraktor, perekayasa, pekerja kafe sampai petugas kebersihan di lingkungan Google. 

Dalam menyambut Hari Buruh Sedunia, Google memerintahkan kepada kepala bagian di lingkungan Google untuk mengizinkan bawahannya menggelar aksi. 

"Kami meminta para manajer untuk fleksibel dalam permintaan waktu tak bekerja dan membiarkan mitra vendor kami mengetahui bahwa kami mendukung yang mereka lakukan," ujar Google. 

Selain Google, perusahaan teknologi lainnya juga memberikan ruang bagi karyawannya untuk demonstrasi. Facebook misalnya, pada bulan lalu, situs media sosial besar ini mendukung pekerja mereka yang ingin demonstrasi. 

Penyedia layanan transportasi online, Uber juga mendukung pekerja mereka ikut demonstrasi Hari Buruh. Uber menyilakan pekerjanya untuk mengambil hari libur aau cuti agar mereka bisa memperingati Hari Buruh. 

Keputusan itu, juru bicara Uber menjelaskan, setelah perusahaan melihat antusiasme pekerjanya mendukung penyampaian demonstrasi Women March beberapa waktu lalu. 

"Dengan Women March (Januari 2017) kami tahu karyawan kami tertarik hadir. Jadi kami meminta karyawan memberitahu manajer mereka (untuk ikut aksi Hari Buruh)" jelas juru bicara Uber kepada laman Vocativ. 

Uber menegaskan pekerja mereka bisa memanfaatkan kebijakan liburan tak terbatas untuk bisa mengikuti Hari Buruh tersebut. 

Demo buruh di Amerika Serikat dilaporkan akan mengangkat isu membela para imigrasi di Negeri Paman Sam tersebut. Demo juga menyuarakan isu penolakan atas penurunan upah, fasilitas perlindungan keselamatan pekerja sampai hak-hak para pekerja. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP