TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Mungkinkah Makanan Halal di Antariksa

Memasok makan halal di antariksa jadi tantangan bagi NASA.
Mungkinkah Makanan Halal di Antariksa
Tiga astronot menikmati nasi karya siswa SMA (NASA)

VIVA.co.id – Hidup di antariksa memang harus banyak penyesuaian. Selain adaptasi dengan lingkungan, juga perlu adaptasi dengan makanan. 

Para kru astronaut di Stasiun Antariksa Internasional atau ISS sedikit kompleks soal makanan, sebab mereka harus menjaga kondisi selama di antariksa. Belum lagi soal pasokan makanan halal dan layak sesuai keyakinan untuk para astronaut.

Dikutip dari Space, Rabu 19 April 2017, Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA menegaskan, mereka siap memasok makanan halal bagi astronaut muslim dan makanan kosher atau makanan yang layak bagi astronaut Yahudi. 

Manajer Space Food Systems Laboratory NASA, Vickie Kloeris mengatakan, laboratorium makanan NASA itu beserta penelitinya bertanggung jawab mengembangkan dan memproduksi menu makanan sesuai kebutuhan astronaut. Kloeris mengakui, meski saat ini laboratorium makanan itu belum memasok makanan halal atau kosher bagi kru di Stasiun Antariksa, jika ada permintaan dari astronaut untuk makanan halal, maka laboratorium siap memasoknya.

"Semua makanan itu merupakan bagian dari menu standar yang kami sediakan, Jika ada permintaan makanan halal dan kosher, maka makanan itu harus terpisah, dan dibuat dari fasilitas unik," ujar dia. 

Kloeris mengakui, laboratorium makanan NASA tidak akan mampu jika harus memasok makanan halal atau kosher sepenuhnya selama misi berbulan-bulan para kru Stasiun Antariksa. 

Dia menuturkan, untuk permintaan makanan 100 persen halal selama misi panjang astronaut perlu upaya besar. Sebab makanan itu harus bisa tahan lama di ruang nol gravitasi. Untuk diketahui, selama ini makanan standar yang diproduksi laboratorium NASA itu bisa bertahan antara 18 sampai 24 bulan. 

"Sebagian besar awak Stasiun Antariksa Internasional ini tinggal enam bulan. Perlu banyak variasi (makanan) untuk mendukung seseorang selama waktu itu, tanpa membuat mereka bosan," jelas Kloeris. 

Laboratorium makanan NASA, ujarnya, bisa memasok makanan tertentu yang sesuai dengan halal dan kosher dalam Yahudi. Misalnya jika ada astronaut meminta produk roti tak beragi, maka laboratorium makanan NASA akan mengirimkannya segera mungkin. 

Selama ini saja, laboratorium itu sanggup untuk memasok makan sesuai kebutuhan diet astronaut. Misalnya, astronaut membutuhkan makanan diet bebas laktosa dan gula rendah.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP