TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Menjajal Transaksi Tanpa Uang Tunai

Menggunakan aplikasi Uangku dengan fitur PaybyQR.
Menjajal Transaksi Tanpa Uang Tunai
Fitur PaybyQR, pembayaran dengan scan QR Code (Viva.co.id/Afra Augesty)

VIVA.co.id – Indonesia melalui Bank Indonesia, didukung pemerintah, telah menggelar Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau yang disebut juga dengan cashless society, sejak Agustus 2014. Sebisa mungkin semua transaksi yang dilakukan tidak membutuhkan uang tunai, melainkan langsung dari kartu atau uang digital di smartphone.

Lalu, bagaimana rasanya menjalani hari tanpa membawa uang tunai? VIVA.co.id mencoba untuk menjajal transaksi cashless ini di Grand Indonesia. Tepatnya dengan menggunakan fasilitas PaybyQR yang telah terinstal di dalam ponsel.

PaybyQR merupakan pembayaran berbasis mobile yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi hanya dengan memindai kode QR ke nota pembayaran. Untuk menggunakannya, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengunduh mobile wallet ke dalam smartphone.

Mobile wallet yang telah menerima pembayaran menggunakan teknologi PayByQR antara lain seperti Uangku, Doku, UnikQu, T-money, Pay Tren, Simobi, BRI Internet Banking, Pay Access, Finnet, Finpay, Mobile Cash (MC), ZPay, dan Netzme.

Semua aplikasi ini telah tersedia di Play Store dan AppStore. Anda bisa memilih mana aplikasi yang disuka. Setelah mengunduh, ikuti beberapa langkah berikut untuk mulai bertransaksi dengan PaybyQR.

1. Download dan Register

Lakukan registrasi dengan mengisi identitas pengguna, sesuai dengan langkah-langkah yang tertera. Anda akan mendapat kode verifikasi melalui SMS untuk mengaktifkan akun. Untuk pengalaman pertama menggunakan cashless, kami mencoba aplikasi Uangku.

2. Lakukan Top Up
Setelah identitas terverifikasi, lakukan pengisian saldo mobile wallet atau top up. Top up bisa dilakukan di ATM, e-banking atau transfer dari sesama pengguna akun. Saldo maksimal Rp10 juta, nominal yang sesuai dengan aturan dari Bank Indonesia. Untuk menjajal layanan ini, VIVA.co.id hanya mengisi sekitar Rp100.000.

3. Lakukan Pembelian Barang
Pergilah ke toko atau tempat penjualan yang telah dilengkapi dengan kode QR. Dalam uji coba ini, VIVA.co.id mencoba membeli minuman melalui vending machine yang tersedia di sana. Tak ada kasir di vending machine tersebut, jadi transaksi bisa dilakukan secara langsung, memindai QR Code yang tertempel di sana.
 
Dalam notifikasinya, pihak Dimopay selaku pengelola PaybyQR mengklaim telah bermitra dengan 4.000 merchant seperti toko buku Gramedia, NIKE, McDonald's, Sarinah, Inul Vizta, Lazada, dan lain-lain. 

4. Transaksi di Kasir
Untuk menjajal transaksi di kasir, kami mencoba masuk ke toko Gramedia. Selesai memilih buku berjudul 'Corat Coret di Toilet' karya Eka Kurniawan, dengan harga Rp45.000, kami bergegas ke kasir. Pihak kasir Gramedia akan memasukkan jumlah total transaksi di mesin pembayaran.

Ketika kasir menyebutkan nominal harga yang harus dibayar, mintalah untuk membayar melalui PayByQR. Kasir akan mencetak QR code di struk pembelanjaan. 

5. Scan dan Bayar
Setelah QR Code dicetak, kami hanya perlu menekan opsi "Pay" di menu mobile wallet yang telah diunduh, lalu pilih "Pay by QR" dan scanning QR code tersebut. Setelah berhasil membayar barang belanjaan via QR code, tunjukkan bukti pembayaran ke kasir dan mintalah struk pembelian.

Mudahkan?

Penggunaan QR code memang tidak selancar pembayaran tunai. Namun, proses ini dianggap cukup aman dan nyaman, terhindar dari kejahatan pencopetan di tengah jalan. Uang tetap ada di nomor ponsel. Uang tersimpan aman karena setiap membuka aplikasi selalu diminta memasukkan nomor PIN.

Chief Executive Officer (CEO) DIMO, Brata Rafly, menuturkan, perusahaan tengah mendukung program pemerintah dalam menyukseskan GNNT di kalangan warga Jakarta. 

"Jadi, kami mendukung terhadap financial inclusion yang digadang pemerintah saat ini, melalui GNNT yang diinisiasi oleh Presiden Jokowi. Nggak cuma makan, tapi ada juga belanja dan donasi," tuturnya di DIMO Space, Jalan Timor nomor 6, Jakarta Selatan, Selasa 18 April 2017.

"Kami ingin membantu masyarakat Indonesia untuk cashless. Di Indonesia masih banyak mobile payment yang eksklusif, contohnya telekomunikasi tertentu, bank tertentu, merchant tertentu. Jadi masih susah menjamah seluruh lapisan," katanya.

"Yang kami lakukan adalah membikin merchant ekosistem untuk dimasukkan ke dalam aplikasi-aplikasi tersebut. Kami partner dengan bank, menjembatani bank dan komunitas merchant tersebut. Tak hanya itu, kami juga menggandeng street vendor yang ingin bergabung dengan kami," tuturnya.

Berani mencoba cashless?

KOMENTARI ARTIKEL INI
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP