TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Upaya Ilmuwan Menguak DNA Yesus

Sampai saat ini penelitian DNA belum bisa mengungkapnya.
Upaya Ilmuwan Menguak DNA Yesus
Sampel tulang kuno yang diyakini milik Santo Yohanes (www.theconversation.com/George Busby)

VIVA.co.id – Ilmuwan statistik genetika mengklaim pada suatu saat akan bisa menemukan DNA Yesus. Keyakinan itu muncul, menyusul analisis tulang kuno yang diduga merupakan orang terdekat dan hidup sezaman dengan Yesus. 

Dikutip dari The Coenversation, Kamis 13 April 2017, keyakinan itu disampaikan mahasiswa doktoral statistik genetika manusia Universitas Oxford, Inggris, George Busby. 

Dalam tulisannya di laman tersebut, Bubsy mengatakan pada 2010, seorang ilmuwan Bulgaria, Kasimir Popkonstantinov menemukan hal penting saat mengekskavasi gereja abad enam di dekat Laut Hitam. 

Dia menemukan kotak marmer peninggalan orang suci dan juga ada kotak kecil ukuran sekitar satu meter jauhnya dari kotak pertama. Saat dia membuka kotak kedua itu, dia menemukan lima fragmen tulang. Pada kotak tersebut terdapat batu nisan. Dari situ dia meyakini, tulang yang ditemukan itu adalah tulang Santo Yohanes, salah satu murid Yesus dan sepupunya. 

Busby mengatakan, hasil uji penanggalan karbon radio pada sampel tulang itu menunjukkan, artefak itu berusia 2 ribu tahun dan terkait dengan area Timur Tengah. 

Dia mengakui, memang DNA Yohanes itu masih sebatas keyakinan dan belum dibuktikan secara kaidah ilmiah. Tapi dia yakin suatu saat akan bisa ada temuan DNA Yesus.

Namun, sayangnya, Busby mengatakan, setelah berdiskusi dengan beberapa ahli genetika yang meneliti sampel tersebut, didapati temuan bahwa telah terdapat kontaminasi dari luar pada sampel tersebut. Ilmuwan genetika yang meneliti mengaku hanya memiliki bahan yang sedikit untuk menganalisis DNA orang dekat Yesus. 

Tak puas, Busby berdiskusi dengan ilmuwan yang menganalisis sampel DNA berbeda dari Turin Shroud, kain kafan yang diyakini milik Yesus saat pemakaman. Dia juga bertemu dengan ilmuwan yang mengurutkan DNA dari James Ossuary, kotak kapur abad pertama yang menyimpan tulang saudara Yesus.

Sebagai pencarian data pembanding, Busby mengaku bertemu dengan arkeolog Israel yang memiliki sisa paku penyaliban. Tapi, lagi-lagi, sayangnya, tidak memungkinkan mengekstrak DNA dari bahan besi berkarat tersebut. 

Semua perbandingan itu, sejauh ini belum menemukan titik temu untuk membongkar dan menemukan DNA Yesus. 

Tapi, Busby meyakini, ke depan bakal ada harapan baru dalam studi DNA yesus. Dia mengasumsikan nantinya penelitian bisa memilah dan menghilangkan kontaminasi pada sampel tulang kuno itu. 

Dia mengatakan, meski kontaminasi DNA membuat ilmuwan harus bekerja keras. Tapi DNA akan mengalami degradasi dari waktu ke waktu. Ruang inilah yang bisa dimanfaatkan ilmuwan untuk menanti kontaminasi hilang dan mengekstrak DNA asli. Proses ini juga memungkinkan ilmuwan bisa membedakan kontaminasi modern dari gen kuno. 

Ilmuwan Universitas Oxford itu mengharapkan nantinya DNA dari kain kafan diduga milik Yesus punya keterkaitan dengan DNA pada James Ossuary. Dan, Busby berharap nantinya dua DNA kuno itu terkait dengan tulang yang ditemukan ilmuwan Bulgaria. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP