TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Kupas Asam Sulfat, Cairan Penyerang Novel Baswedan

Laboratorium forensik Polri telah menguji cairan yang disiram itu.
Kupas Asam Sulfat, Cairan Penyerang Novel Baswedan
Ilustrasi air keras (www.pixabay.com/TobiasD)

VIVA.co.id – Laboratorium forensik Polri telah menguji cairan yang disiram kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan. Dari hasil uji, air keras yang disiramkan ke tubuh Novel adalah asam sulfat, atau H2S04. 

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, cairan asam sulfat yang disiramkan tidak terlalu pekat. Jika terlalu pekat, akan makin berdampak buruk bagi tubuh Novel. 

Menurut peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono, umumnya konsentrasi asam asam sulfat tergolong tinggi, yakni 96 persen. Dengan tingkat konsentrasi asam itu, maka asam sulfat bersifat korosif. 

Menurut catatan LIPI, asam sulfat banyak digunakan dalam industri. Cairan ini bersifat kental dan amat korosif. 

Air keras ini bereaksi dengan jaringan tubuh dan berbahaya bila kontak dengan kulit dan mata. Asam sulfat juga bereaksi hebat dengan air dan mengeluarkan panas (eksotermis). Selain itu, asam sulfat juga bereaksi dengan logam, kayu, pakaian, dan zat organik. 

LIPI menuliskan, uap yang ditimbulkan asam sulfat amat iritatif terhadap saluran pernafasan. 

Sifat bahaya

Mengingat sifat korosifnya, asam sulfat mempunyai sifat bahaya bagi kesehatan. Dalam jangka pendek, bahaya asam sulfat bisa menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, serta mengganggu paru-paru. 

Cairan asam sulfat bisa merusak kulit dan menimbulkan luka yang amat sakit. Parahnya, jika mengenai mata, bisa berakibat kebutaan. 

Efek jangka pendek dan jangka panjang

Sementara itu, efek jangka panjangnya, penghirupan uap asam sulfat ini dalam kadar kecil bisa berakibat iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Sifat bahaya asam sulfat juga bisa menimbulkan kebakaran. 

Meski tak menimbulkan api langsung, tetapi asam pekat air keras ini bersifat oksidator, sehingga bisa menimbulkan kebakaran bila kontak dengan zat organik seperti gula, selulosa dan lainnya. LIPI menyebutkan asam sulfat amat reaktif dengan bubuk zat organik. 

Penyimpanan

LIPI menyarankan, pengguna untuk menghindari kontak langsung dengan asam ini. Perlu juga mencegah penghisapan uap, atau kabut, dengan bekerja dalam lemari asam, atau dengan ventilasi yang baik. 

Pengenceran asam dilakukan dengan menambahkan asam sedikit demi sedikit ke dalam air dan bukan sebaliknya. 

Mengingat sifat panas, atau eksotermiknya, maka disarankan untuk menyimpan asam dalam wadah yang kuat di tempat berventilasi dan dingin. Perlu juga menjauhkan dari air, zat organik mudah terbakar dan logam. Perhatikan kebocoran wadah, sebab kebocoran dapat merusak lantai.

Alat perlindungan diri

Paru-paru: filter penyerap asam, atau respirator udara.
Mata : pelindung muka.
Kulit : sarung tangan (CPE, neoprene, PE), pakaian kerja. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP