TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Perangkat Teknologi Jadi Andalan Siswa Menyontek Saat Ujian

Di Inggris tahun lalu jumlah siswa menyontek naik 42%.
Perangkat Teknologi Jadi Andalan Siswa Menyontek Saat Ujian
Mencontek. (iboylogy.blogspot.com)

VIVA.co.id – Menjelang ujian nasional, hampir semua negara memiliki permasalahan yang sama, mencegah siswa mencontek. Termasuk di Inggris, yang kabarnya, tingkat menyontek di negara itu sudah mengalami kenaikan 42 persen.

Menurut data Freedom of Information, setidaknya ada sekitar 210 kasus murid yang tertangkap karena mencontek menggunakan perangkat tersembunyi. Angka ini merupakan jumlah yang terjadi di Inggris hanya pada 2016.

Namun para ahli pendidikan di negara itu tidak puas dengan angka tersebut. Mereka menduga, angka kasus mencontek lebih tinggi dari 210  karena perangkat teknologi saat ini semakin canggih dan berukuran kecil sehingga sulit untuk dideteksi.

"Satu dari empat siswa yang terpergok menyontek, dikabarkan menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, jam tangan pintar, bahkan alat dengar. Saya sendiri tidak menyadari jika mereka menggunakan alat dengar, sampai ada murid lain yang melaporkan," ujar Manager Akademi di Coventry University, Irene Glendinning, seperti dikutip The Guardian.

Beda dengan Queen Mary University di London. Perkuliahan tersebut menemukan sekitar 54 kasus mencontek sepanjang 2012 sampai 2016. Dua dari tiga kasus menyontek melibatkan siswa dan perangkat teknologi. Sedangkan di Newcastle University dilaporkan 91 kasus menyontek. 43 persen di antara kasus tersebut mengandalkan perangkat teknologi.

Beberapa perangkat teknologi yang digunakan seperti alat dengar berukuran nano, atau jam tangan pintar dan smartphone yang memiliki aplikasi pengerjaan tugas dengan cepat. Semua perangkat tersebut kabarnya bisa didapat di eBay dengan harga yang terjangkau.

Data lainnya juga menyoroti ujian nasional yang dilakukan oleh siswa kelas menegah atas. Pada 2015, ada sekitar 11 persen siswa yang menyontek saat ujian nasional. Angka itu sangat tinggi jika dibandingkan dengan tiga juta komunitas siswa di dunia maya yang berusia 14 sampai 24 tahun.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP