TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Mahasiswa Indonesia Rebut Juara Umum Kontes Robot di AS

Mereka mengalahkan peserta dari enam negara lainnya.
Mahasiswa Indonesia Rebut Juara Umum Kontes Robot di AS
Tiga mahasiswa UMM dengan robot pemadam api berkaki  (VIVA.co.id/Lucky Aditya)

VIVA.co.id – Mahasiswa Politeknik Elektronik Negeri Surabaya atau PENS dan Universitas Muhammadiyah Malang yang mewakili Indonesia dalam kontes robot internasional di Amerika Serikat mampu keluar sebagai juara umum. 

Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) diikuti oleh tujuh negara yakni Kanada, Tiongkok, Israel, Portugal, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan tuan rumah Amerika Serikat, pada 1-2 April 2017. 

Tim UMM mampu meraih juara dan peringkat dua dalam kategori robot pemadam api berkaki, juara diraih tim robot Inamuh. Peringkat ketiga kategori pemadam api berkaki diraih oleh mahasiswa PENS.

Sementara itu, untuk kategori robot pemadam api beroda, juara, peringkat dua, dan peringkat tiga diraih oleh mahasiswa PENS. Atas raihan ini mahasiswa Indonesia keluar sebagai juara umum. 

Mahasiswa UMM, Ikhlal Aldhi Wijaya mengaku, sejak berangkat ke Amerika Serikat, dia bersama tim UMM tidak pernah merasa minder bersaing dengan kontestan dari negara lain. Ia justru melihat tim Indonesia selalu disegani oleh kontestan dari negara lain. 

"Minder enggak lah, karena Indonesia termasuk negara yang diperhitungkan, karena setiap tahun Indonesia punya inovasi unik. Beban berat iya, karena kita bawa nama kampus dan Indonesia," kata Ikhlal, Senin 10 April 2017. 

Imam Fatoni, salah satu tim UMM mengaku, kendala utama yang dialami di AS adalah faktor cuaca yang hingga menembus 0,1 derajat celsius. Padahal alat elektronik yang terpasang pada robot harus berada di suhu normal. 

"Akhirnya kami bungkus kain dan sempat bocor. Ada kerusakan pada mesin dan pompa, akhirnya kami bongkar dan keringkan. Tapi Alhamdulillah bisa jadi juara 1 dan peringkat kedua," ujar Imam. 

Tim UMM berhasil keluar sebagai robot tercepat yang memadamkan api. Panitia memberi waktu 20 detik untuk memadamkan api. Namun, mahasiswa UMM berhasil memadamkan api dengan waktu 11,9 detik.

Rektor UMM Fauzan mengatakan, segera mematenkan hak kekayaan intelektual atas karya yang dihasilkan oleh mahasiswanya. UMM berjanji akan memfasilitasi proses paten dan mempromosikan ke dunia industri. 

"Ini akan kami patenkan dan kembangkan agar bermanfaat ke masyarakat. Kami akan cari industri yang bisa merespons positif. Tentu produk unggulan akan kami fasilitasi untuk HAKI-nya," ujar Fauzan. 

Selain itu, Rektor UMM juga mengapresiasi prestasi yang diraih Ikhlal Aldhi Wijaya, Salis Muchtar Fadhilah, dan Imam Fatoni mahasiswa UMM Fakultas Teknik yang meraih gelar juara itu dengan membebastugaskan dari skripsi. 

"Apresiasi tentu secara akademik mereka kami bebaskan dari tugas skripsi dan mata kuliah yang bersinggungan, pembiayaan SPP dan sebagainya kami bebaskan sebagai hadiah prestasi yang mereka raih," kata Fauzan. (art)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP