TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Studi Game Ini Gambarkan Kondisi Jelang Kiamat

Jelang kiamat, manusia menjadi lebih sosial.
Studi Game Ini Gambarkan Kondisi Jelang Kiamat
Salah satu game XL Games (www.newscientist.com)

VIVA.co.id – Game aksi bukan hanya soal permainan menantang saja. Game aksi di tangan tim peneliti bisa menjadi objek penelitian tentang gambaran hari kiamat. Game yang dipakai dalam riset ini adalah game beta ArcheAge yang merupakan buatan pengembang XL Games, Korea Selatan. Game tersebut merupakan kategori game peran massif.

Dikutip New Scientist, Senin 13 Maret 2017, dalam risetnya tim peneliti menganalisis bagaimana perilaku pemain game selama permainan tersebut diuji dalam tahap beta selama 11 pekan. 

Selama pengujian, para pemain mengetahui semua informasi karakter mereka masing-masing. Dengan skema ini, peneliti bisa mengawasi bagaimana perubahan perilaku pemain saat mereka mendekati game virtual tersebut berakhir atau disamakan dengan kiamat virtual. Selanjutnya, pada kiamat pada game tersebut, semua data pemain dihapus. 

Dalam game ini, pemain diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi dunia virtual. Pemain bisa membangun rumah, menjalin sekutu, memelajari perdagangan, menghabiskan uang, membunuh orang sampai melakukan jajaran kesalahan kompleks.

"Kami menganalisis 270 juta catatan dari perilaku pemain dalam tes beta keempat game itu," ujar peneliti. 

Menariknya peneliti menemukan, pemain game itu cenderung menjadi lebih sosial saat menjelang kiamat virtual. 

"Mereka lebih banyak bicara, dan nongkrong bareng," ujar anggota tim peneliti, Jeremy Blackburn di Telefonica Research di Barcelona, Spanyol.

Menurutnya dengan mengetahui kiamat dunia virtual akan terjadi, pemain menjadi berubah.

"Orang-orang menjadi tidak benar-benar bereaksi dengan marah, mereka hanya berhenti mencemaskan tentang masa depan," jelasnya.

Perilaku para pemain game yang berubah menjadi tidak agresif memang dinilai masuk akal. Tapi peneliti efek video game  University of Southern California, Los Angeles, Dmitri Williams mengingatkan, studi perilaku di dunia virtual memiliki keterbatasan tertentu, yakni pemain hanya meniru beberapa tindakan di dunia nyata.  

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP