TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Hemat Migas, Pemerintah Fokus Bioenergi

Salah satunya kelola pohon aren untuk alternatif gantikan bahan bakar.
Hemat Migas, Pemerintah Fokus Bioenergi
Ilustrasi pelet kayu (www.pixabay.com/moses)

VIVA.co.id – Untuk menghemat bahan minyak bumi dan gas yang terus digunakan untuk kepentingan manusia dan industri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sepakat memfokuskan diri untuk mengembangkan bioenergi.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Dwi Sudharto mengatakan, bioenergi ini dihasilkan dari pohon aren dan berpotensi untuk menggantikan bahan bakar. Kata dia, Iptek dan Balai Litbang dan Inovasi (BLI) mengaplikasikannya untuk industri kecil.

"Iptek microhydro telah berhasil menerangi banyak desa terpencil sekitar hutan. Eselon II BLI telah berhasil mengembangkan bioethanol dari nira aren yang dilakukan KPHP Boalemo di Gorontalo," ujarnya di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Jumat 10 Maret 2017.

Dwi menuturkan, bioenergi itu sebagai alternatif pengganti solar maupun bahan campuran solar, bioethanol untuk bahan bakar rumah tangga selain gas, serta wood pellet atau pelet kayu untuk alternatif bahan bakar rumah tangga dan industri.

"Kita juga kerja sama dengan beberapa pelaku usaha kehutanan yang telah melakukan penanaman tanaman energi seluas 89.860 hektare, dan ada juga yang menanam seluas 87.600 hektare," kata dia.

Sebagai informasi, dalam Peraturan Presiden No 5/2006, target yang harus dicapai 2025 tentang bioenergi terhadap konsumsi energi nasional seperti bahan bakar nabati (biofuel) lima persen, energi terbarukan lima persen. 

Sementara Peraturan Pemerintah No 79/2014 pada tahun 2025 peran energi baru dan energi terbarukan paling sedikit 23 persen dan pada 2050 paling sedikit 31 persen sepanjang keekonomiannya terpenuhi.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP