TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Hyperloop Persingkat Jarak dengan Orang Tercinta

Hyperloop menawarkan kecepatan 1200 Km per jam.
Hyperloop Persingkat Jarak dengan Orang Tercinta
Ilustrasi Hyperloop (HTT/JumpStartFund)

VIVA.co.id – Perusahaan transportasi masa depan asal Amerika Serikat, Hyperloop Transportation Technologies (HTT) menjajaki sistem transportasi Hyperloop di Indonesia. HTT bersama mitra lokal saat ini sedang menjalankan studi kelayakan atau feasibility study dengan investasi US$2,5 juta atau Rp33,4 miliar. Studi awal itu menandakan jejak mula sistem Hyperloop di Indonesia.

Sebagai negara kepulauan, perlu waktu untuk menghubungkan Jakarta dengan pulau lainnya di Indonesia. Bahkan dalam satu pulau, membutuhkan waktu berjam-jam jika harus menempuh jalur darat. Keberadaan pesawat dianggap sebagai solusi terbaik saat ini untuk menghemat waktu.

Tapi ada yang dilupakan, meski jarak tempuh dengan pesawat dari Jakarta ke kota lain, seperti Yogyakarta misalnya, hanya memakan sekitar 45 menit, namun perjalanan dari rumah ke Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, kerap membuat pengguna transportasi ini harus bangun lebih awal, atau setidaknya menyiapkan waktu dua hingga tiga jam sebelum keberangkatan. 

"Indonesia dan Jakarta pada khususnya, merupakan salah satu area dengan populasi terpadat di dunia. Dengan lalu lintas dan kemacetan yang menjadi isu besar di sini, Hyperloop akan menjadi transformasi yang menggembirakan." ujar Chairman HTT, Bibop Gresta dalam keterangan tertulis kepada VIVA.co.id, Jumat 10 Maret 2017.

Hyperloop merupakan moda transportasi berbentuk mirip kapsul polong yang nantinya berjalan dalam sebuah tabung bertekanan rendah. 

Transportasi Hyperloop memang beda dengan sistem transportasi massal pada umumnya. Bentuknya serupa tabung atau kapsul yang bisa mengangkut hingga 40 orang dalam satu tabung.

HTT datang dengan penawaran kecepatan Hyperloop yang bisa melesat cepat, 1200-1300 kilometer per jam.

HTT menilai Kota Jakarta dengan populasi lebih dari 10 juta orang, menghadapi berbagai masalah kemacetan, yang biasanya dihadapi. Saat ini mungkin dianggap sebagai hal wajar, pulang dan pergi kerja memerlukan waktu empat jam. Tapi HTT berpandangan berapa banyak waktu yang bisa dihemat jika menggunakan Hyperloop. 

Dengan kecepatan hingga 1.200 kilometer per jam, memungkinkan sistem ini mempersingkat waktu, memberi lebih banyak waktu untuk orang terkasih. Dengan kecepatan tersebut, rute Jakarta ke Yogyakarta yang memakan waktu kurang lebih hanya 25 menit, lebih singkat dibanding mobil bisa mencapai 10 jam. Kemudian Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Jakarta yang biasanya membutuhkan 30 menit hingga satu jam, bisa ditempuh dalam lima menit.

Hyperloop di Indonesia merupakan yang pertama di Asia Tenggara, sebelumnya HTT membuat perjanjian di negara lain, seperti pengembangan rute Bratislava, Slovakia hingga Brno, Republik Ceko, kemudian riset dan pusat pengembangan di Toulouse, Prancis, dan rute yang menghubungkan Abu Dhabi hingga Al Ain.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP