TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

26 Persen Konsumen Pernah Jadi Korban Penipuan Online

Mobile wallet dianggap bisa mengurangi resiko kerugian pelanggan.
26 Persen Konsumen Pernah Jadi Korban Penipuan Online
Isis Mobile Wallet (VerizonWireless)

VIVA.co.id – Kemunculan e-commerce yang semakin marak ternyata juga diiringi meningkatnya tren pembayaran online. Indonesia diklaim sebagai negara dengan jumlah korban penipuan online terbesar di dunia.

Hal ini diungkap Mario Gaw, direktur perusahaan mobile Wallet, Uangku. Dia mengutip laporan hasil survei Kaspersky Lab yang sebelumnya dilakukan di 26 negara. Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan jumlah transaksi online yang tinggi.

Dikatakannya, di Indonesia, industri online shop terus mengalami perkembangan pesat ditandai dengan tingginya jumlahnya pengguna smartphone serta pengakses internet di Indonesia. Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 132,7 juta orang dengan 62 persen atau 82,2 juta orang di antaranya aktif mencari informasi produk dan bertransaksi jual-beli online. 

"Pembayaran melalui transfer rekening atau pun Cash On Delivery (COD) pun masih mendominasi sistem pembayaran belanja online di Indonesia. Ini merupakan ranah yang tepat untuk memperkenalkan aplikasi mobile wallet seperti Uangku," ujar Mario, dalam keterangannya, Jumat, 10 Maret 2017.

Dikatakan Mario, Uangku, yang diterbitkan oleh PT Smartfren Telecom sejak 2014 dengan izin resmi Bank Indonesia, memiliki visi meningkatkan efektivitas dan efisiensi penjualan melalui sistem teknologi otomatis yang dimiliki. Mereka berharap bisa membantu para pemilik online shop untuk mengembangkan bisnis, menjangkau konsumen baru yang selama ini tidak terjangkau karena tak memiliki akses bank.

"Ada sekitar 160 juta pelanggan yang tidak memiliki akses ke bank. Diharapkan dengan adanya akses yang merata, kualitas hidup dan ekonomi negara akan berkembang. Diharapkan juga para online shop dapat bertumbuh dan ikut bersaing dengan e-commerce ke depannya. Termasuk social commerce yang selama ini memang digemari namun berisiko tinggi dan memiliki proses yang panjang," kata Mario.

Dikatakan Mario, walaupun sudah banyak e-commerce dan marketplace yang memfasilitasi kemudahan berjualan, transaksi yang terjadi melalui media sosial masih paling banyak dilakukan. Bahkan secara market share, 80 persen transaksi online datang dari channel social commerce.

Uangku merupakan mobile wallet yang dapat digunakan untuk berbagai transaksi keuangan seperti belanja online, beli pulsa, bayar tagihan, transfer uang dan transaksi finansial lainnya. Pengguna pun tidak perlu memiliki rekening bank karena transaksi cukup dengan menggunakan nomor ponsel pengguna. Saat ini, PT. Smartfren Telecom menggandeng PT Global Pay Indonesia yang bergerak di bidang pemasaran dan pengembangan teknologi pembayaran untuk bersama mengembangkan mobile wallet ini.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP