TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Airbus Gandeng Italdesign Rilis Konsep Kendaraan Masa Depan

Kendaraan itu bisa di darat dan udara.
Airbus Gandeng Italdesign Rilis Konsep Kendaraan Masa Depan
Pop.Up (Dokumentasi Italdesign)

VIVA.co.id – Airbus dan Italdesign memperkenalkan Pop Up, yaitu sistem transportasi modular, bertenaga listrik tanpa emisi pertama yang dirancang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar. Pop Up dirancang berdasarkan sebuah sistem modular untuk transportasi lintas-moda yang dapat memaksimalkan penggunaan jalur darat maupun udara.

Konsep yang diperkenalkan pada ajang Geneva International Motor Show yang ke-87 ini, merupakan upaya kedua perusahaan untuk mendapatkan solusi yang paling mudah untuk menghadapi tantangan mobilitas di kota-kota besar. 

Ini juga merupakan salah satu tantangan yang paling sering dihadapi oleh para komuter di kota-kota besar di seluruh dunia. Kemacetan lalu lintas diproyeksikan meningkat secara signifikan pada 2030.

Sistem Pop Up terdiri atas tiga lapis konsep. Pertama, sebuah platform kecerdasan buatan yang berdasarkan pengetahuan penggunanya, mengelola kerumitan perjalanan, dengan menawarkan beberapa alternatif skenario transportasi, dan memastikan pengalaman perjalanan yang lancar.

Kedua, konsep pertama itu diwujudkan dalam sebuah kendaraan berbentuk kapsul penumpang yang dirancang untuk dapat dipasangkan dengan dua modul berbeda yang bertenaga listrik dan bersifat independen. Tapi, bisa terintegerasi dengan sarana transportasi umum lainnya, seperti kereta atau Hyperloop.

Kemudian, konsep ketiga adalah, membuat sebuah modul antarmuka yang berkomunikasi dengan pengguna di lingkungan serba virtual.

Cara kerja Pop Up

Dikutip dari keterangan resmi yang dikeluarkan kedua perusahaan itu pada Kamis 9 Maret 2017, kendaraan Pop Up menggabungkan fleksibilitas dari kendaraan darat dua kursi berukuran kecil dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL).

Cara kerja Pop Up sederhana, penumpang dapat merencanakan dan memesan perjalanan mereka melalui sebuah aplikasi yang mudah digunakan. Sistem akan secara otomatis menawarkan solusi transportasi terbaik, berdasarkan pengetahuan pengguna, waktu, kemacetan lalu lintas, dan biaya dengan menggabungkan baik modul udara, modul darat ataupun transportasi umum lainnya dengan kapsul penumpang, dan mengikuti pilihan serta kebutuhan penumpang.

Pop.Up

Kunci utama dari konsep ini adalah sebuah kapsul yang dirancang untuk mengakomodasi penumpang. Kapsul berbentuk kepompong yang dilengkapi dengan teknologi tinggi ini, dibalut serat karbon monocoque ini memiliki panjang 2,6 meter, tinggi 1,4 meter, dan lebar 1,5 meter. 

Kapsul ini dapat bertransformasi menjadi city car dengan memilih modul darat yang dilengkapi dengan sasis berserat karbon dan bertenaga baterai.

Untuk perjalanan di kota besar dengan kepadatan lalu lintas tinggi, kapsul akan berhenti menggunakan modul darat dan diangkut oleh sebuah modul udara berukuran 5 x 4,4 meter yang ditenagai oleh delapan rotor yang berputar berlawanan arah (counter-rotating). 

Dalam konfigurasi ini, Pop.Up berubah menjadi sebuah kendaraan perkotaan jalur udara dengan sistem kemudi mandiri, yang memanfaatkan dimensi ketiga untuk berpindah dari poin A ke B secara efisien sembari menghindari kemacetan lalu lintas di darat.

Setelah penumpang mencapai tujuan mereka, modul udara dan darat beserta dengan kapsulnya akan dengan sendirinya kembali ke stasiun pengisian ulang baterai untuk menunggu penumpang berikutnya.

Pengguna dapat tetap berada dalam satu kapsul yang sama di sepanjang perjalanannya tanpa khawatir harus berpindah antarmoda transportasi, sehingga dapat menikmati seluruh waktu perjalanannya secara optimal, dengan interaksi real time antara kapsul dan lingkungan perkotaan dan masyarakat sekitar.

Airbus akan memanfaatkan keahliannya untuk secara aktif mengembangkan sejumlah konsep radikal yang akan berkontribusi mengurangi kemacetan perkotaan.

“Menambahkan dimensi ketiga pada sebuah jaringan transportasi lintas-moda yang terintegrasi dengan mulus sudah pasti akan memperbaiki cara hidup dan bagaimana berpindah dari poin A ke B,” ujar General Manager untuk Urban Air Mobility di Airbus, Mathias Thomsen. 

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Italdesign Jörg Astalosch mengatakan, kini, mobil merupakan bagian dari ekosistem yang lebih luas. Mobil tradisional tidak bisa berdiri sendiri sebagai solusi untuk kota-kota besar di masa depan.

"Anda juga harus berpikir tentang infrastruktur yang berkelanjutan dan cerdas, aplikasi, integrasi, sistem tenaga, perencanaan kota, aspek sosial, dan sebagainya,” tutur Astalosch.

Pada tahun-tahun mendatang, transportasi darat akan bergerak ke tingkat selanjutnya. Dari bisa dinikmati bersama, terhubung dan juga otonom, kendaraan juga akan menuju sistem lintas-moda dan berpindah ke dimensi ketiga. (art)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP