TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Belanja Produk IT di Dunia Bisa Habiskan Rp3,12 Kuadriliun.

Kenaikannya mencapai 3,5 persen. Terbanyak adalah pembelian software.
Belanja Produk IT di Dunia Bisa Habiskan Rp3,12 Kuadriliun.
Mata uang rupiah dan dolar AS. (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – Perusahaan riset IDC memprediksi bahwa pengeluaran untuk produk dan jasa informasi teknologi (IT) tahun ini akan naik sekitar 3,5 persen di banding tahun lalu. Angkanya akan mencapai US$2,4 triliun atau sekitar Rp3,12 kuadriliun.

Laporan yang baru saja dipaparkan IDC, seperti dikutip dari PC Authority, mengungkapkan bahwa pengeluaran sebesar itu paling banyak berasal dari perusahaan-perusahaan raksasa. Hal ini mengingat perusahaan besar semakin menyadari pentingnya informasi teknologi dalam keberlangsungan operasional.

Kenaikan 3,5 persen ini dianggap sangat signifikan bagi IDC. Bahkan di 2020 nanti, angka pengeluaran IT di dunia akan terus membengkak, mencapai US$2,65 triliun. Peningkatan ini memperlihatkan CAGR sekitar 3,3 persen sepanjang periode 2015-2020.

"Sekitar 30 persen dari pengeluaran IT itu akan dilakukan oleh perusahaan penyedia layanan finansial, seperti asuransi dan investasi. Demikian juga dengan perusahaan manufaktur, seiring dengan tekanan industri untuk berubah ke arah digital," tulis laporan IDC.

Selain itu, masih dalam laporan tersebut, perusahaan jasa profesional dan kesehatan juga akan menjadi salah satu industri yang mengeluarkan banyak biaya untuk produk IT sampai 2018 nanti. 

"Sekitar 45 persen dari pengeluaran ini bersal dari perusahaan besar, lebih dari 1.000 karyawan. Sedangkan UKM atau perusahaan kecil berkontribusi sebanyak 25 persen," ujar VP of Customer Insight dan Analisis di IDC, Stephen Minton.

Untuk kategori wilayah, Amerika akan memberikan kontribusi pengeluaran IT yang cukup besar, sekitar 40 persen, dalam kurun lima tahun ke depan. Jumlah pengeluaran IT untuk total seluruh perusahaan di Amerika mencapai US$920 miliar tahun ini dan akan naik menjadi US$1 triliun pada 2020.

"Amerika Latin dan negara-negara Asia Pasifik merupakan negara dengan tingkat kenaikan CAGR yang cukup pesat, sekitar 5 persen," ujar Minton.

Dari seluruh pengeluaran IT, pembelian software diperkirakan akan melampaui pengeluaran untuk hardware pada 2018 nanti. Semakin banyak perusahaan yang menyadari pentingnya transformasi digital melalui adopsi Cloud System, dan meninggalkan IT tradisional. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP