TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Rupa Aneh Moyang Manusia, Mulut besar Tanpa Anus

Fosil moyang manusia itu hidup sekitar 540 juta tahun lalu.
Rupa Aneh Moyang Manusia, Mulut besar Tanpa Anus
Fosil nenek moyang awal manusia (www,phys.org/S Conway Morris/Jian Han)

VIVA.co.id – Gabungan tim peneliti University of Cambridge Inggris dan Northwest University di Tiongkok berhasil mengidentifikasi fosil yang diduga kuat sebagai nenek moyang tertua manusia. 

Fosil yang dimaksud yakni mahluk laut aneh berbentuk mirip tas, lubang mulut besar dan tanpa anus. Fosil berukuran hanya beberapa milimeter itu hidup sekitar 540 juta tahun lalu. Fosil yang dinamai Saccorhytus coronarius itu kemungkinan pada masa lalu hidup di antara butiran pasir di dasar laut. 

Dikutip Science Alert, Rabu 1 Februari 2017, kesimpulan tim ilmuwan itu diambil setelah mereka menganalisis 45 fosil mikroskopik tersebut yang ditemukan di batuan sedimentasi, Provinsi Shaanxi, Tiongkok. 

Temuan tersebut membantu mengisi ruang yang hilang dalam evolusi kategori organisme yang disebut deuterostomia. Diketahui deuterostomia merupakan semacam pohon evolusi organisme, yang terdiri dari empat filum, yaitu filum chordata yang terdiri dari kelompok vertebrata (manusia, ikan) dan kerabatnya; filum ehinodermata yang terdiri dari bintang laut, landak laut, teripang dan lainnya; filum hemichordata yang terdiri dari cacing acorn dan lainnya; filum xenoturbellida yang terdiri dari dua spesies hewan mirip cacing. 

Peneliti mengatakan, pada setengah miliar tahun lalu, organisme deuterostomia dengan cepat terbagi dalam golongan besar ragam kelompok organisme. Bukti tersebut terlacak pada pengukuran tanggal karbon kelompok tersebut, pada masa setengah miliar tahun lalu. 

Dengan menggunakan perbedaan genetik dalam deuterostomia modern sebagai standar menentukan seberapa dekat dua spesies terkait berbasis uruan DNA atau dikenal jam molekular, ahli biologi dalam tim ilmuwan tersebut telah mampu memperkirakan dengan baik kapan kelompok organisme ini terpisah menjadi berjenis-jenis. Temuan ini membantu meyakinkan paelontolog, nenek moyang awal manusia memang berbentuk kecil. 

"Kami berpikir deuterostomia awal mungkin mewakili permulaan primitif ragam spesies, termasuk kita sendiri. Dengan mata telanjang, fosil ini terlihat seperti biji-bijian hitam kecil, tapi dalam mikroskop, fosil itu punya tingkat detail yang menakjubkan," ujar Simon Conway Morris, peneliti dari University of Cambridge.

Mengenai bentuk yang aneh, tim ilmuwan menduga semuanya ada fungsinya. Lubang menganga diduga merupakan mulut yang umum terdapat pada mahluk hidup. Bedanya pada fosil ini ada kerutan yang mengelilingi lubang mulut tersebut, tim ilmuwan menduga, kerutan itu memungkinkan fosil meregangkan diri saat muncul mangsa yang lebih besar. 

Lipatan dan kerutan itu juga ditutupi dengan kulit dan otot tipis. Desain ini bisa membantu mahluk tersebut mengeliat dan keluar dari sedimen. Tak punya anus, fosil ini mengeluarkan kotoran melalui bentuk tubuh yang menyerupai mata dan lubang hidung. Fitur tubuh ini dianggap sebagai lubang ventilasi kotoran. (hd)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP