TEKNOLOGI

Satelit Palapa-D Indosat Alami Kegagalan

Satelit Palapa-C2 akan direlokasi ke orbit 150,5 derajat Bujur Timur lokasi C1 sebelumnya.
Kamis, 3 September 2009
Oleh : Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna

VIVAnews - Satelit Palapa-D Indonesia, yang baru saja diluncurkan di Xi Chang Satelite Launch Center, China, mengalami masalah. Kabarnya satelit Palapa-D yang diluncurkan dengan roket Chang Zheng-3B (CZ3B-12) gagal menempatkan pesawat ruang angkasa di orbit yang ditentukan. Disinyalir hal ini diakibatkan masalah teknis pada CZ3B tahap ketiga.

Seperti diketahui, Satelit Palapa-D milik PT Indosat Tbk, 31 Agustus silam, diluncurkan dari tempat peluncuran satelit di Xi Chang, China, pukul 17:28 waktu setempat atau 16:28 WIB.

Satelit Palapa-D rencananya akan menggantikan Palapa-C2 di orbit 113 derajat Bujur Timur, yang mana akan habis masa operasinya pada 2011. Namun, amat disayangkan, seperti dikutip VIVAnews dari Nasa Space Flight, 3 September 2009, cita-cita itu belum bisa tercapai mengingat peluncuran satelit Palapa-D gagal.

Laporan terbaru dari Media Kenegaraan China, yang tampaknya sengaja menyimpan berita ini beberapa jam setelah roket diluncurkan, mengatakan gagalnya peluncuran Satelit Palapa-D disebabkan pengapian tahap ketiga yang bermasalah.

Jika Satelit Palapa-D jadi menggantikan orbit Palapa-C2, maka Satelit Palapa-C2 yang masih menyisakan dua tahun masa hidupnya akan direlokasi ke orbit 150,5 derajat Bujur Timur, lokasi Satelit Palapa-C1 sebelumnya.

Dibandingkan dengan Palapa-C2, Satelit Palapa-D memiliki kapasitas lebih besar, yaitu 40 transponder yang terdiri dari 24 standar C-band, 11 extended C-Band serta 5 Ku-band, dengan jangkauan mencakup Indonesia, negara-negara Asean, Asia Pasifik, Timur Tengah dan Australia. Saat diluncurkan satelit Palapa-D memiliki berat 4.100 kg dan tenaga payload sebesar 6kW.

Layanan dari Satelit Palapa-D yang disediakan Indosat antara lain adalah Transponder Lease untuk layanan broadcasting dan cellular backhaul sebagai basic service, VSAT service, DigiBouquet dan Telecast Service sebagai nilai tambah yang semuanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan korporasi dalam komunikasi data dan broadcasting.

Satelit Palapa-D, yang diproduksi oleh Thales Alenia Space France (TAS-F) sebagai mitra pengadaan Indosat, seperti disiarkan VIVAnews sebelumnya, dioperasikan dengan menggunakan platform Thales Alenia Space Spacebus 4000B3. Biaya untuk pengembangan dan peluncuran Palapa-D diestimasi mencapai 200-300 juta dolar AS atau setara dua hingga tiga triliun rupiah.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Indosat terkait gagalnya peluncuran Satelit Palapa-D.

TERKAIT
TERPOPULER