TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

Marak Ponsel Ilegal, E-Commerce Kantongi Surat Peringatan

idEA kirim peringatan, agar e-commerce tak jual produk ilegal.
Marak Ponsel Ilegal, E-Commerce Kantongi Surat Peringatan
Ilustrasi ponsel pintar (REUTERS)

VIVA.co.id – Dengan perkembangan zaman, jalur peredaran barang-barang bajakan, palsu, hingga ilegal mulai merambah ke platform online. Terbaru, beberapa akhir ini para penjual nakal menjajakan produk seperti iPhone 7 di platform e-commerce. 

Penjual nakal menawarkan iPhone 7, padahal smartphone keluaran Apple itu belum resmi berjualan di Indonesia. Tak hanya produk andalan Apple saja, beberapa produk smartphone yang belum lolos Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pun berjejal di katalog para pelapak e-commerce Tanah Air.

Menyikapi isu produk ponsel ilegal yang dijual secara online itu, Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Aulia E. Marinto memastikan, asosiasinya terus mengimbau kepada para anggotanya untuk memberikan pelayanan yang baik.

"Ikuti aturan pemerintah. Kemarin, Kemendag terbitkan jangan jual. Kita imbau kepada pelaku e-commerce, karena itu melanggar aturan," ucap Aulia ditemui VIVA.co.id di Jakarta, Selasa 29 November 2016.

Aulia mengungkapkan, saat ini iPhone 7 sudah masuk ke Ditjen Postel, artinya produk andalan terbaru dari Apple tersebut sedang dalam tahap masuk ke Tanah Air. Untuk itu, idEA mengirimkan surat kepada para anggotanya, untuk bersabar menjual iPhone 7 di platformnya.

"Sekarang kita tahu iPhone 7 sudah masuk Postel, itu perhatian pemerintah untuk segera memasukkan ke Indonesia. Kita tunggu sebentar lagi akan lolos, baru boleh jualan. Kita imbau, kita keluarkan surat (kepada anggotanya)" ujar Aulia yang juga Chief Executive Officer Blanja.com ini.

Perihal ada e-commerce yang kecolongan membiarkan berjualan produk smartphone yang belum saatnya beredar di Indonesia, Aulia mengatakan, hal itu balik lagi kepada kebijakan masing-masing platform e-commerce. Sebab, adanya idEA sebagai asosiasi bukan untuk advokasi.

Meski demikian, idEA memberitahu kepada para pelaku e-commerce ini, menjual produk ilegal akan dikenakan sanksi yang telah dibuat oleh pemerintah.

"Tugas idEA kan edukasi, sosialisasi, dan menjadi mitra pemerintah untuk bangun regulasi. Jadi, kita tidak advokasi, tidak. Itu berpulang ke teman-teman, ada konsekuensi di situ (jualan produk ilegal). Jadi, jangan melakukan, kalau melakukan tanggung sendiri akibatnya," tuturnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP