TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

Telkomsel Curhat Industri Belum Sehat

Perang harga membuat dilema bagi operator.
Telkomsel Curhat Industri Belum Sehat
Teknisi memeriksa perangkat BTS XL (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

VIVA.co.id – Industri telekomunikasi Tanah Air yang sehat menjadi salah satu syarat bagi berjalannya roda perekonomian. Namun sayangnya, saat ini kondisi industri telekomunikasi belum sesuai yang diharapkan.

Direktur Umum Telkomsel, Ririek Adriansyah berharap ke depan industri bakal lebih sehat dari saat ini. Untuk mewujudkan industri yang sehat, kata dia, perlu kontribusi dan komitmen operator dan regulator.

"Kalau operator, khususnya Telkomsel itu selalu taati aturan. Regulator yang menentukan industri ini sehat. Aturan yang dibuat harus men-trigger arah industri ke arah sana (industri yang sehat)" jelas Ririek dalam media gathering Telkomsel di Bandung, Kamis malam 24 November 2016.

Dia mengatakan, gambaran industri yang sehat yaitu layanan telekomunikasi terjangkau, operator sehat dalam artian bisa terus membangun di seluruh wilayah dan pelosok negeri, pelanggan punya hak sama dan setara atas layanan telekomunikasi.

Soal harga layanan telekomunikasi saat ini, lulusan Institut Teknologi Bandung itu mengatakan, termasuk yang paling murah di dunia. Harga tersebut memang muncul akibat perang harga antaroperator yang berlangsung 7 tahunan terakhir ini. Menurutnya perang harga memang bagus untuk masyakat dan pelanggan, namun hal ini bakal mengancam operator.

"Perang harga itu (dampaknya) short time. Kalau rugi, operator tak sustain, tak membangun dan akhirnya kualitas menurun dan merugikan masyarakat," tuturnya.

Untuk itu, Telkomsel meminta pemerintah atau regulator bisa melihat dan mencontohperkembangan industri telekomunikasi yang matang di negara lain. Tujuannya, bisa mempercepat kondisi sehat industri.

Sebelumnya, Ririek mengatakan, pada 2017, perusahaan akan memperluas area jangkauan Telkomsel dan mendorong bisnis digitalisasi. 

Dua hal tersebut dipandang akan menopang pertumbuhan perusahaan yang dipatok sekitar 9-10 persen, sesuai prediksi analis tentang pertumbuhan industri seluler pada 2017. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP