TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

Hujan Deras Halangi Supermoon di Indonesia

Planetarium anggap Supermoon sebagai fenomena Purnama biasa.
Hujan Deras Halangi Supermoon di Indonesia
pesona supermoon di seluruh dunia (REUTERS/Kim Hong-Ji)

VIVA.co.id – Beberapa jam menjelang munculnya supermoon, tepatnya setelah maghrib nanti, beberapa wilayah di Indonesia dilanda hujan. Oleh sebab itu, supermoon tak bisa dinikmati. 

"Tentu sulit (supermoon dilihat) karena cuaca tidak mendukung," ujar peneliti di Planetarium Jakarta, Muhammad Rayhan kepada VIVA.co.id melalui pesan singkat,  Senin 14 November 2016.

Tapi tak usah risau. Menurut Rayhan supermoon adalah fenomena yang terjadi sepanjang malam.

Supermoon merupakan fenomena di kala Bulan terlihat bulat penuh dengan kondisi lebih besar dan paling terang dari biasanya. Bulan bisa menampilkan 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang melalui supermoon-nya itu. Fenomena ini tergolong langka karena hanya terjadi sekali dalam 68 tahun. Sebelum tahun 2016, supermoon muncul pada 1948.

Fenomena supermoon kali ini tergolong istimewa,  seperti disampaikan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, dijelaskan keistimewaan purnama supermoon 2016 , selain jaraknya yang sangat dekat, ukurannya juga lebih besar serta pancaran cahayanya paling terang kedua sejak 1948.

Pada 1948 jarak bulan 356.461 kilometer dari Bumi, sedangkan 2016 sekitar 356.500 kilometer dari Bumi. Jarak terdekat seperti itu, kata Thomas, akan terjadi lagi pada 2034 dengan 356.448 kilometer dari bumi.

Tahun ini terjadi tiga kali supermoon,  bulan Oktober,  November dan Desember. Jarak terdekat Bulan dengan Bumi ialah fenomena bulan ini. 

Rayhan menambahkan bahwa Planetarium tidak melakukan pengamatan supermoon. Karena, kata dia, arah timur Planetarium sudah tertutup gedung tinggi. Jadi harus menunggu hingga pukul 10 malam untuk bisa mengamatinya.

Selain itu,  karena supermoon muncul pada hari kerja maka mereka tidak melakukan pengamatan. 

"Lagi pula memang supermoon bukan fenomena astronomi yang terlalu menarik. Bulan memang terlihat 7 persen lebih besar dan 15 persen lebih terang dari biasanya, namun jika diamati tidak akan terasa jauh bedanya dengan Purnama biasa," ujar dia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP