TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

iPhone 5 Ini Bisa Deteksi Kanker, 99 Persen Akurat

Peneliti AS memanfaatkan sensor spektrometer pada iPhone 5.
iPhone 5 Ini Bisa Deteksi Kanker, 99 Persen Akurat
iPhone 5 dengan penambah deteksi kanker (www.sciencealert.com/Washington State University)

VIVA.co.id – Para peneliti dari Washington State University, Amerika Serikat tengah mengembangkan smartphone yang bisa mendeteksi kanker dengan tingkat akurasi 99 persen. Pada smartphone, ilmuwan menyematkan alat berupa kit berportabel. Alat yang disematkan dalam smartphone untuk mendeteksi kanker adalah alat spektrometer.
 
Dilansir Sciencealert, Senin 31 Oktober 2016, portabel spektrometer ini dapat secara akurat mendeteksi kanker paru-paru, prostat, hati, payudara, dan kanker kulit atau jaringan. Sehingga, ilmuwan yakin, smartphone dengan alat yang mereka tambahkan itu bisa membantu dokter mendiagnosis tanpa harus uji laboratorium lagi.
 
“Spektrometer akan sangat berguna di klinik dan rumah sakit yang memiliki sejumlah besar sampel tanpa laboratorium di tempat, atau dokter yang praktik di luar negeri atau di daerah terpencil. Mereka (rumah sakit) membutuhkan perangkat portabel dan lebih efisien,” kata ketua peneliti, Lei Li.

Li menjelaskan, sementara ini mereka telah membuktikan teori mereka dengan memasang kit pada iPhone 5. Tapi, tentunya Li mengatakan, ke depan mereka akan membuat model smartphone modern sendiri. Yang terpenting, kata Li, smartphone yang digunakan memiliki resolusi kamera yang bagus. 
 
Lebih jelas, Li mengatakan, spektrometer bekerja dengan mengukur sifat-sifat cahaya dalam spektrum elektromagnetik . Dengan merekam bagaimana cahaya bersinar melalui atau memantulkan sesuatu, kemudian mereka dapat mengidentifikasi formasi berbahaya di dalam sel manusia.
 
Dalam hal ini, spektrometer smartphone menggunakan teknik yang disebut enzyme-linked immunosorbent assay (Elisa). Teknik itu memanfaatkan perubahan antibodi dan warna sel untuk mengidentifikasi penanda biologi (biomarker) penyakit yang mungkin hadir.
 
Li mengatakan, spektrometer baru terbukti dengan uji yang mereka lakukan pada sel manusia. Tahapan selanjutnya, harapan mereka adalah uji klinis terhadap manusia.
 
Ke depannya, jika menggunakan spektrometer akan menghemat biaya sekitar US$150, yang mana biaya tersebut biasa digunakan untuk uji laboratorium. 

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP