TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

Domain.id Baru 25.000 Pengguna, Kominfo Pesimistis

Satu juta domain terus diupayakan meski dirasa berat.
Domain.id Baru 25.000 Pengguna, Kominfo Pesimistis
Ilustrasi domain .id. (U-Report)

VIVA.co.id – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), berupaya agar penggunaan domain lokal atau .id bisa mencapai satu juta. Program tersebut telah dikumandangkan untuk menggoyahkan hegemoni domain global atau .com yang menguasai internet Indonesia.

Kominfo harus melalui jalan terjal di tahun pertamanya untuk mengimplementasikan program satu juta domain .id. Sebab, dalam laporan terakhir per Oktober 2016 ini, meski dapat dimanfaatkan secara gratis tapi penggunaan dari program domain .id masih terhitung kecil.

"Program satu juta domain .id baru diluncurkan April tahun ini, dalam laporan terakhir malam kemarin, pengguna domain .id baru mencapai 25 ribu domain," ucap Kasie Fasilitas E-Business, Kementerian Kominfo, Handayani di acara yang digelar oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2016.

Melihat jumlah yang memanfaatkan domain lokal masih kecil, tentu dengan target pencapaian satu juta domain .id di tahun 2018, terasa berat. Meski demikian, disampaikan Handayani, Kominfo terus berusaha untuk merealisasikan pemanfaatan domain lokal oleh masyarakat Indonesia.

"(Padahal) program satu juta domain .id akan mendapatkan gratis satu tahun hosting. Program ini akan memberi manfaat, seperti kalau ada kejahatan, maka kita bisa melacaknya dengan mudah karena pendaftarannya menggunakan KTP, servernya disimpan di Indonesia, dan tentunya bandwith lokal," tutur perempuan berkerudung ini.

Sampai saat ini, Kominfo menjalin kemitraan dengan pihak-pihak terkait untuk memasyarakatkan pemanfaatan domain lokal, seperti dinas-dinas Kominfo di daerah, Kanwil BRI pusat untuk ditawarkan kepada nasabah, hingga para penyelenggara hosting.

"Sasaran dari program satu juta domain .id di antaranya pelaku usaha (UKM), sekolah, pondok pesantren, komintas, hingga desa," ucap Handayani.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP