TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Spekulasi Baru Sebab Pendarat Eropa Hilang Kontak di Mars

Schiaparelli diduga alami kerusakan software.
Spekulasi Baru Sebab Pendarat Eropa Hilang Kontak di Mars
Ilustrasi pesawat pendarat Schiaparelli mendarat di Planet Mars (www.exploration.esa.int)

VIVA.co.id – Spekulasi terbaru muncul terkait nasib pendarat Badan Antariksa Eropa (ESA) yang menjalankan misi ExoMars, Schiaparelli. 

Pendarat tersebut pada pekan lalu, sudah berhasil masuk ke atmosfer Mars dan tinggal mendarat menuju permukaan Planet Mars. Namun sebelum mendapat kepastian pendarat sudah di permukaan atau belum, peneliti ESA hilang kontak dengan Schiaparelli. 

Pendarat itu hilang kontak dengan tim ESA, sekitar satu menit sebelum mendarat di permukaan Mars. Nah kini spekulasi terbaru menunjukkan kemungkinan problem pada Schiaparelli itu adalah kesalahan software (perangkat lunak). 

Menurut laporan laman Nature yang dikutip International Business Times, Rabu 26 Oktober 2016, Kepala Misi Planet dan Surya ESA, Andrea Accomazzo, bersyukur jika kesalahan software menjadi penyebab pendarat itu mengalami problem pendaratan. 

Accomazzo berpandangan, jika memang problemnya adalah kesalahan software, hal itu patut disyukuri. Sebab hal ini lebih mungkin bsia diperbaiki dibanding Schiaparelli mengalami kesalahan hardware

"Jika kami punya masalah teknologi serius (hardware) itu berbeda. Kami harus mengevaluasi kembali dengan hati-hati. Tapi saya tak berharap Schiaparelli mengalami kasus itu (kerusakan hardware)" jelas Accomazzo kepada Nature. 

Nasib Schiaparelli memang sampai saat ini belum jelas, peneliti ESA dibantu badan antariksa lain berusaha memastikan kondisi pendarat tersebut. 

Pelacakan dari pengorbit Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA pekan lalu menunjukkan, ada penampakan yang diduga kuat bekas tabrakan Schiaparelli di area Meridiani Planum, area yang dijadwalkan sebagai pendaratan Schiaparelli. 

Dari data pencitraan MRO itu, kemungkinan kuat pendarat itu mengalami insiden ledakan karena tangki bahan bakar pendorong masih penuh. 

Peneliti proyek ExoMars, Jorge Vago mengatakan kepada Nature, perisai panas Schiaparelli dan parasutnya kemungkinan telah dirilis sebelum waktunya. Dan karena kesalahan komputer pada pendarat, pendorong yang harusnya aktif selama 30 detik, kemungkinan mati setelah menyala selama tiga detik saja. 

"Dugaan saya, pada saat itu Schiaparelli masih terlalu tinggi. Dan skenario yang paling mungkin, kita telah jatuh di permukaan," ujar Vago. 

Misi pendaratan Schiaparelli tergolong penting, sebab data yang dikumpulkan pendarat itu berguna bagi misi pendaratan kendaraan penjelajah ExoMars yang dijadwalkan berlangsung pada 2020. Selain itu, data dari Schiaparelli juga penting bagi NASA dalam meluncurkan misi Mars 2020 dan Mars Insight. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP