TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Evolusi Midtrans Lahirkan Tiga Produk E-Commerce

"Dengan tiga produk baru ini, kami ingin meraup pasar lebih luas."
Evolusi Midtrans Lahirkan Tiga Produk E-Commerce
VP of Community Management Midtrans, Diera Yosefina Hartono (VIVA.co.id/ Agus Tri Haryanto)

VIVA.co.id – Veritrans, perusahaan penyedia solusi pembayaran online, berevolusi dengan mengubah namanya menjadi Midtrans. Sebagai langkah awal, Midtrans langsung menggebrak dengan melahirkan tiga produk di tiga bidang berbeda di industri e-commerce.

VP of Community Management Midtrans, Diera Yosefina Hartono menuturkan, perubahan nama sudah sejak tahun lalu, namun baru teralisasi memasuki ulang tahun keempatnya.

"Tiga produk ini perluasan bisnis kami. Tentunya, dengan tiga produk baru ini, kami ingin meraup pasar yang lebih luas lagi. Kami ingin menyasar UKM yang belum kami kuasai," ujar Diera di Jakarta, Selasa 25 Oktober 2016.

Tiga produk yang dimaksud, yaitu payment services, risk management, dan chat commerce. Disebutkan, tiga produk tersebut menjadi perluasan model bisnis yang digeluti oleh Midtrans, sehingga tak lagi berkutat sebagai perusahaan penyedia solusi pembayaran online.

Diera menyebutkan,  Midtrans memperkuat tiga produk tersebut di bidang pembayaran dengan merilis Snap. Dia mengatakan, Snap yang dilengkapi fitur pop-up window ini bisa mempermudah jalur transaksi lebih cepat dan sederhana bagi konsumen.

Terlebih, Snap telah mendukung 16 metode pembayaran yang sudah teritegrasi pada halaman pembayaran, seperti card payment, direct debit, hingga jalur transfer.

Kemudian, ada Aegis yang tersemat di risk management berbentuk pattern detection system untuk memenuhi kebutuhan bisnis dari beragam institusi dan bank. Sebab, sistem ini mengolaborasikan antara algorithmic fraud scoring, transaction relationship visualization, dan fraud pattern analytics reporting.

"Aegis ini dikembangkan oleh orang-orang Indonesia. Bila sebelumnya online payments dibawa dari Jepang, tapi Aegis sekarang diterapkan di Jepang sana. Layanan ini bisa mengenal pattern konsumen yang berbuat curang, supaya klien kami bisa mengantisipasi risiko kecurangan," ujarnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP