TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Pesawat Hilang di Planet Mars, NASA Tetap Kagumi Misi Eropa

Mendaratkan pesawat di Planet Mars tidak mudah, sangat menantang.
Pesawat Hilang di Planet Mars, NASA Tetap Kagumi Misi Eropa
Ilustrasi pesawat pendarat Schiaparelli mendarat di Planet Mars. (www.exploration.esa.int)

VIVA.co.id – Badan Antariksa AS (NASA) mengaku turut mengikuti perkembangan misi ExoMars yang dilakukan Badan Antariksa Eropa (ESA). 

Misi ExoMars sejatinya merupakan kolaborasi dari berbagai badan antariksa di Eropa yang meliputi ESA, Badan Antariksa Italia (ASI) dan Badan Antariksa Federal Rusia (Roscosmos). Misi tersebut ingin mencari kehidupan di Planet Merah yang dijadwalkan pada 2018.

Dalam misi ExoMars itu, ESA telah mengirim pengorbit Trace Gas Orbiter (TGO) di orbit Planet Mars dan pendarat Schiaparelli yang sudah masuk ke astmosfer Mars dan direncanakan untuk mendarat di permukaan Mars. 

Tahap yang dilalui Schiaparelli nyaris sukses, namun belakangan pendarat itu hilang sinyalnya sehingga, peneliti ESA belum bisa memastikan keberadaan pendarat itu, apakah sudah di permukaan Mars atau belum.

Meski nasib pendarat itu masih belum jelas, NASA mengakui langkah yang dilakukan ESA dan tim internasional untuk mengirimkan misi eksplorasi ke Planet Merah itu sebagai hal yang penting. 

"TGO memungkinkan ESA memberi NASA paket pengiriman data yang bernilai bagi misi Mars 2020 dan Mars InSight. ESA juga akan menggunakannya (TGO) untuk pendarat ExoMars yang diluncurkan pada 2020," kata Direktur Divisi Ilmu Planet NASA, Jim Green, dikutip dari situs NASA, Jumat 21 Oktober 2016. 

Green mengatakan, meski misi ExoMars tidak berjalan mulus sepenuhnya, namun bagi NASA, pencapaian ESA dalam misi itu sudah cukup bagus. Sebab pendaratan pesawat antariksa di Mars memang sangat menantang. 

"Kami mengagumi inisiatif dan pengembangan tim pendarat Schiaparelli yang merupakan bagian dari misi ExoMars," kata dia. 

Mengingat misi eksplorasi ke Mars sangat menantang, Green mengatakan, perlu adanya sebuah kolaborasi yang lebih luas guna memuluskan misi tersebut. 

"Kolaborasi internasional serta kerja sama dengan industri swasta tetap menjadi elemen krusial dalam misi ke Mars dan selebihnya," ujar Green.

Sebelumnya, pada 19 Oktober, pendarat Schiaparelli telah menuju permukaan Mars. Melalui data yang ada, peneliti ESA telah mengonfirmasi pendarat itu telah berhasil masuk lapisan paling atas atmosfer Mars, melepas parasut dan perisai pelindung panas. Namun saat menuju ke permukaan Mars, pendarat itu hilang sinyalnya.

(mus) 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP