TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Uber Menuju Perusahaan Robotika

Uber belum lama ini merilis mobil tanpa sopir.
Uber Menuju Perusahaan Robotika
Uber Hadirkan Mobil Tanpa Sopir di Amerika (REUTERS/Aaron Josefczyk)

VIVA.co.id – Perusahaan teknologi, Uber belum lama ini telah mengoperasikan armada tanpa sopirnya di Amerika Serikat. 

Langkah inovasi itu mengundang tanya sejumlah pihak, ke mana fokus perusahaan setelah merilis layanan mobil tanpa sopir tersebut. Banyak yang menanyakan kepada para petinggi Uber, bagaimana fokus perusahaan dalam lima sampai tujuh tahun ke depan setelah merilis armada tanpa sopir.

Menjawab pertanyaan tersebut, dikutip dari Mashable, Kamis 20 Oktober 2016, Chief Executive Officer (CEO) Uber, Travis Kalanick mengatakan, layanan armada tanpa sopir merupakan bagian dari langkah Uber untuk menjadi perusahaan robotika di masa depan. 

Pernyataan tersebut cukup menarik, sebab sebelumnya, Kalanick mengatakan, Uber merupakan perusahaan logistik. 

"Mobil-mobil ini, saat mereka berjalan tanpa sopir, Anda artinya mulai menjadi perusahaan robotik. Jadi saya pikir, kami berada pada tahap sangat awal menjadi perusahaan robotika," ujar bos Uber itu dalam Vanity Fair's New Establishment Summit di San Francisco, Amerika Serikat. 

Guna mencapai perusahaan robotika, bos Uber itu mengatakan, perusahaan telah memiliki sokongan dari ratusan ilmuwan yang mengerjakan semua bagian. 

"Mereka mengerjakan semua bagian robotika, mobil tanpa sopir menjadi prioritas utama," ujarnya menambahkan.

Bos Uber itu mengatakan, perusahaan saat ini juga mengoperasikan mobil tanpa sopir di jalanan San Francisco yang fokus pada pemetaan, berbeda dengan mobil tanpa sopir Uber di Pittsburgh yang mengangkut penumpang. 

Dalam kesempatan itu, Kalanick mengungkapkan performa positif dari aplikasi pemesanan transportasi Uber. Dia mengatakan, saat ini lebih dari 40 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Sementara mitra pengemudi Uber telah menghasilkan antara US$1,5 sampai 2 miliar atau Rp19,5 sampai Rp26 triliun pada September lalu. Dengan demikian, kata dia, rata-rata pengguna Uber telah menggunakan layanan transportasi berbasis online itu sampai US$50 atau Rp650 ribu per bulan.

Chief Executive Officer Uber, Travis Kalanick.

CEO Uber, Travis Kalanick

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP