TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

Platform Analitik Lokal Sonar Siap Go Internasional

Sonar akan mengembangkan ke Filipina, Singapura, Malaysia, Australia.
Platform Analitik Lokal Sonar Siap Go Internasional
Logo Facebook dan Twitter akses media sosial  (REUTERS)

VIVA.co.id – Indonesia ternyata memiliki platform analitik dan monitoring media sosial. Karya anak bangsa ini bahkan akan mengepakkan sayapnya ke beberapa negara di dunia.

Nama platform tersebut adalah Sonar dan mereka akan mengembangkan pasar ke Filipina, Singapura, Malaysia, dan Australia. Di Indonesia, Sonar diklaim telah digunakan oleh perusahaan besar, seperti XL Axiata, Pertamina, Bank Indonesia, Air Asia dan lainnya. Mereka ternyata juga merupakan mitra usaha Microsoft dan Telkom Indonesia.

“Saya memulai sebagai developer di tahun 2002, bekerja untuk situs e-commerce dan games yang mulai bermunculan saat itu. Saya belajar banyak hal dalam waktu yang singkat, bukan hanya hal teknis, namun juga bisnis digital yang belum terkenal waktu itu,” kata founder dan CEO Sonar, Amien Krisna dalam keterangan resminya, Kamis, 20 Oktober 2016.

Mulai dari situ, dia pun berkarier sebagai pekerja lepas paruh waktu. Dia mulai membangun agensi perancangan dan pengembangan web, lalu bergabung dengan perusahaan periklanan digital pada 2012. Perusahaan-perusahaan itulah yang memberikan ilmu sampai akhirnya dia bisa mengembangkan versi awal platform Sonar pada 2013.

Krisna menjelaskan, perusahaan-perusahaan bisa dengan mudah menemukan persepsi internet terhadap mereka, melakukan riset pasar langsung, dan menemukan tren yang sedang hangat dalam masing-masing industri. Menurut dia, jumlah data sosial lokal dan mancanegara yang besar sangat mustahil untuk digarap secara manual.

"Bagian yang paling menarik dari Sonar adalah kemampuannya untuk menjelaskan apa yang sedang hangat atau viral dalam sebuah industri. Para marketer bisa memanfaatkan informasi ini untuk menggapai perhatian pasar yang lebih luas dalam dunia digital," ujar Krisna.

Pada 2016, Sonar masuk ke dalam program akselerator Indigo milik Telkom Indonesia. Dalam pasar internasional, Sonar berkompetisi dengan perusahaan, seperti Brandtology, Radian6 milik Salesforce, dan Sysomos. Kelebihan Sonar, menurut Krisna, adalah kemampuannya untuk beradaptasi dan memahami pasar lokal dengan lebih cepat dan efisien.

Sonar telah bekerja sama dengan Twitter untuk mengumpulkan semua cuitan publik. Pada saat bersamaan, Sonar juga memindai Facebook, lebih dari 80 media, lima forum besar, Instagram, dan blog pada Blogspot dan Wordpress. Ini membantu Sonar mendapatkan gambaran holistik tentang persepsi masyarakat untuk merek tertentu.

Sonar mendapatkan penghasilan dengan model subscription, di mana pengguna mendapatkan akses tak terbatas untuk laman dashboard dan analitik, namun terbatas dari segi topik, merek, dan data yang digarap. Ada juga pelayanan tambahan, seperti laporan custom, workshop, dan juga sesi pelatihan.

"Setelah menguasai pasar di Nusantara, kami berencana untuk menjadi pemimpin pasar di bidang analitik data sosial di Asia dan Timur Tengah pada tahun 2021," kata Krisna.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP