TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Tiga Supermoon Muncul di Tiga Bulan Terakhir 2016

Pada 16 Oktober, 14 November, dan 14 Desember 2016.
Tiga Supermoon Muncul di Tiga Bulan Terakhir 2016
Fenomena Supermoon 2015 di Berbagai Belahan Dunia (REUTERS/Kacper Pempel)

VIVA.co.id – Tahun 2016 tinggal tersisa tiga bulan lagi, terhitung sejak Oktober. Di penghujung tahun ini, masyarakat akan disuguhkan supermoon, di mana Bulan akan menunjukkan fase mendekat dengan Bumi.

Setidaknya akan ada tiga kali Bulan mengalami supermoon, salah satu di antaranya merupakan yang paling dekat di abad ke-21 ini. Waktu yang dimaksud, yaitu 16 Oktober, 14 November, dan 14 Desember 2016.

Apabila Anda telat menyaksikan supermoon pada 16 Oktober, jangan khawatir. Akan ada dua kesempatan lagi. Dilansir dari RT, Senin, 17 Oktober 2016,  supermoon pada 14 November nanti lebih bersejarah. Sebab, akan mencapai status extra-supermoon di abad 21. 

Di November nanti, Bulan extra-supermoon itu akan berada di jarak sekitar 221.500 mil. Untuk merasakan hal yang sama butuh waktu hingga 25 November 2034.

Diberitakan Telegraph, momen Bulan paling dekat jaraknya dengan Bumi akan terjadi jauh lebih lama lagi, tepatnya akan terjadi pada 6 Desember 2052. Itu artinya, butuh waktu 36 tahun lagi untuk menikmati supermoon yang paling dekat dan dapat disaksikan dari permukaan Bumi.

Diketahui, supermoon merupakan fenomena di kala Bulan terlihat bulat secara penuh dengan kondisi lebih besar dan paling terang dari biasanya. Momen itu juga diiring dengan Lunar Perigee atau bahasa sederhananya saat jarak Bulan dan Bumi berdekatan. Sedangkan untuk istilah Bulan yang jaraknya jauh dengan Bumi disebut Lunar Apogee. 

Lintasan orbit Bulan ke Bumi cukup bervariasi sehingga menciptakan Perigee dan Apogee. Dalam kondisi normal, jarak Bulan dan Bumi bisa mencapai sekitar 300 ribu mil. Sedangkan dalam memasuki Perigee, Bulan bisa menampilkan dirinya 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang melalui supermoon-nya itu.

Pengaruh dekatnya Bulan dengan Bumi akan terasa ditandai dengan pasang air laut. Meski secara ukuran Bulan lebih kecil dari Matahari tetapi gaya gravitasi yang dipancarkan Bulan dua kali lebih besar dari Matahari, sehingga dekatnya Bulan akan mempengaruhi pasangnya air laut di Bumi. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP