TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Samsung Diklaim Tidak Uji Coba Baterai Note 7 di Lab CTIA

Kasus ledakan baterai Note 7 telah mencoreng nama Samsung.
Samsung Diklaim Tidak Uji Coba Baterai Note 7 di Lab CTIA
Galaxy Note 7 (Reuters/Kim Hong-Ji)

VIVA.co.id – Ternyata selama ini hampir semua baterai smartphone atau telepon pintar yang beredar di Amerika diuji coba di laboratorium yang telah disertifikasi oleh asosiasi industri telepon seluler (CTIA) di Amerika. Namun tidak dengan Samsung. 

Samsung diketahui melakukan uji coba performa baterai di lab milik sendiri. Ini merupakan hal yang berbeda dilakukan oleh kebanyakan manufaktur, khususnya di Amerika, yang melibatkan lab yang telah disertifikasi asosiasi tersebut.

Diketahui, untuk menjual smartphone dan bekerja sama dengan operator di Amerika, produsen diharuskan melakukan uji coba baterai ponsel di salah satu dari 28 lab yang telah disertifikasi CTIA. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa komponen baterai yang ada di smartphone tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).

Menurut CTIA, Samsung merupakan satu-satunya manufaktur yang menggunakan fasilitas uji coba sendiri untuk mendapatkan sertifikasi CTIA. 

"Asosiasi kami hanya melakukan audit lab untuk memastikan bahwa semua hal yang ada dalam lab tersebut, baik perangkat maupun sumber daya, telah memenuhi standar kualifikasi, agar mereka mengikuti standar yang ada. Kami jauh dari bayang-bayang manufaktur dan tidak akan dipengaruhi mereka. Lab uji coba merupakan fasilitas dengan kendali yang terpisah," ujar CTO CTIA, Tom Sawanobori, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Senin, 17 Oktober 2016.

Diungkapkannya, mereka telah menguji ribuan baterai perangkat, termasuk smartphone. Namun untuk kasus Samsung, mereka juga belum mengetahui penyebabnya sampai saat ini.

"Sampai saat ini kami telah mensertifikasi lebih dari 1.500 baterai. Sepanjang kami beroperasi, baru kali ini mendapatkan isu seperti itu (Samsung Note 7 meledak)," kata Sawanobori.

Beberapa perusahaan smartphone dikonfirmasi dan mengakui jika mereka menggunakan lab yang disertifikasi CTIA untuk uji coba baterai. Apple melakukan hal itu. Demikian juga dengan Lenovo, Microsoft Nokia dan Motorola.

Setelah meledaknya Galaxy Note 7 jadi isu global, pihak Samsung mengatakan bahwa mereka akan melakukan perubahan signifikan pada proses quality assurance. Namun sayang, mereka tidak menjelaskan lebih rinci perubahan apa yang akan dilakukan.

Samsung mendapatkan coreng yang luar biasanya besarnya atas kasus yang menimpa Galaxy Note 7. Tercatat ada 92 kasus Note 7 meledak dan mengakibatkan penggunanya terluka. Samsung segera melakukan recall terhadap Note 7 yang dikabarkan telah terjual sampai dua juta unit di seluruh dunia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP