TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Begini Wujud Facebook versi Bisnis

Namanya Workplace.
Begini Wujud Facebook versi Bisnis
Workplace, layanan baru Facebook untuk bisnis (www.workplace.fb.com)

VIVA.co.id – Dalam beberapa akhir ini, Facebook cukup agresif melahirkan berbagai fitur layanan bagi penggunanya. Setelah waktu lalu meluncurkan marketplace sebagai wadah jual beli, kini Facebook melahirkan layanan Workplace, sebuah layanan untuk bisnis.

Meski satu dari empat orang di dunia telah terkoneksi melalui Facebook, tapi itu masih dalam lingkup teman dan keluarga. Untuk itu, melalui Workplace, media sosial terpopuler ini ingin perusahaan dapat menggunakan jaringan sosial sebagai wadah komunikasi bisnis.

"Menghubungkan semua orang di perusahaan Anda dan mengubah ide menjadi aksi. Melalui grup diskusi, sebuah news feed pribadi, panggilan suara dan video untuk bekerja sama dan mendapatkan lebih banyak dilakukan. Workplace bebas iklan, terpisah dari akun pribadi," ucap Facebook dikutip Tech Times, Selasa 11 Oktober 2016.

Kehadiran Workplace, menandakan Facebook siap berkompetisi dengan rival yang melayani komunikasi bisnis, misalnya Slack, Yammer, Chatter, dan lainnya. Sebelum resmi diluncurkan, Facebook telah menguji Workplace dalam versi beta secara tertutup selama 20 bulan terakhir.

Workplace sudah bisa digunakan melalui perangkat desktop atau aplikasi mobile. Facebook menyebutkan, Workplace terbuka untuk siapa saja, sebab layanan tersebut ditujukan untuk massal.

Untuk memanfaatkan layanan Workplace, Facebook mencantumkan tarif untuk pengguna aktif bulanan. Biaya US$3 per bulan per orangnya untuk 1.000 pengguna pertama. Sementara dari pengguna lebih dari 1.000 sampai 10 ribu akan dikenakan US$2 per bulan per pengguna. Sedangkan di atas 10 ribu pengguna dibebani tarif US$1 per pengguna per bulannya.

Sebagai perbandingan harga, Slack menetapkan tarif US$8 hingga US$15 per pengguna per bulannya.

Meski baru diluncurkan, Facebook mengaku telah banyak korporasi yang mendaftar. Royal Bank of Scotland dan Danone mendaftarkan 100 ribu karyawannya, Starbuck dengan 238 ribu karyawan, Telenor 36 ribu karyawan, dan Booking.com dengan 13 ribu karyawan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP