TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Pesan untuk Samsung, Jangan Kirim 'Bom' ke Konsumen

Samsung diguncang insiden terbakarnya Galaxy Note 7 'versi aman.'
Pesan untuk Samsung, Jangan Kirim 'Bom' ke Konsumen
Ilustrasi/Perempuan lewat di depan iklan Samsung Galaxy Note 7

VIVA.co.id – Samsung berada dalam tekanan menyusul insiden terbakarnya Galaxy Note 7 versi aman. Insiden Galaxy Note 7 versi aman yang terbakar tak hanya terjadi di Amerika Serikat saja, sebab belum lama ini konsumen di Taiwan bernasib apes, perangkatnya terbakar saat ia sedang berjalan. 

Dikutip dari Taipeitimes, Senin 10 Oktober 2016, atas insiden membahayakan itu, lembaga perlindungan konsumen setempat, Consumers Foundation, mendesak Samsung Electronics Co untuk menyetop penjualan dan penggantian Galaxy Note 7 dengan Galaxy Note 7 versi aman. Desakan itu dikeluarkan menyusul insiden yang terjadi di AS dan di Taiwan. 

Lembaga tersebut meminta agar Samsung segera mengambil aksi dan memastikan keamanan konsumen. Bahkan lembaga itu menegaskan, jika Samsung tutup mata dan terus mendistribusikan Galaxy Note 7 maka itu sama saja menebar celaka bagi konsumen. 

"Jika tetap mendistribusikan model itu, maka itu sama saja mengirimkan bom ke konsumen," tegas Consumer Foundation. 

Selain mendesak penghentian distribusi, Consumer Foundation juga mengeluarkan imbauan ke publik Taiwan agar berhenti menggunakan Galaxy Note 7 dan segera mengembalikan ke Samsung Electronics Taiwan atau perusahaan mitranya. 

Insiden yang terjadi di Taiwan melanda pengguna wanita bernama Lai. Berdasarkan laporan laman berbahasa China, Apple Daily, saat itu wanita berusia 26 tahun itu sedang berjalan dengan menggendong anjing kesayangannya. Lai menempatkan Galaxy Note 7 versi aman pada saku belakangnya. Namun tiba-tiba dia menyadari ada asap keluar dari kantung celananya, maka dia pun langsung menarik Galaxy Note 7 dan melemparkannya ke tanah.

Lai mengaku harus menunggu beberapa saat sampai asap dari Galaxy Note 7 itu hilang dan kemudian membawa perangkat yang terbakarnya itu ke kantornya. 

Wanita itu mengatakan, membeli Galaxy Note7 pada Agustus lalu, saat gelombang awal rilis perangkat andalan Samsung. Namun ternyata perangkat yang dibelinya itu terdampak problem baterai. Lai kemudian mengembalikan perangkatnya dan menukarkan versi Galaxy Note 7 yang aman pada 27 September lalu. Usia Galaxy Note 7 versi aman itu baru 10 hari di tangan Lai, tapi nyatanya perangkat itu terbakar. 

Atas insiden itu, Samsung Taiwan dilaporkan sudah mencoba menghubungi Lai pada akhir pekan lalu dan menawarkan smartphone alternatif serta mengklarifikasi insiden yang terjadi. 

Dalam pernyataannya pada akhir pekan lalu, Samsung Taiwan mengatakan perusahaan belum bisa mengonfirmasi apakah perangkat Lai merupakan Galaxy Note 7 versi aman atau tidak. 

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP