TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Begini Hasil Menanam dalam Kondisi Tanah Mirip Mars

Pertumbuhan tanaman tak jauh berbeda dengan menggunakan tanah Bumi.
Begini Hasil Menanam dalam Kondisi Tanah Mirip Mars
Ilustrasi tanah yang mirip dengan Planet Mars (www.pulseheadline.com/The Martian/Modern Farmer)

VIVA.co.id – Fasilitas Kennedy Space Center Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) uji coba menumbuhkan tanaman dengan kondisi tanah di Planet Merah. Pengujian itu dilakukan untuk memberikan solusi dari salah satu tantangan bagi astronot di luar angkasa, yaitu keterbatasan makanan. 

Jika misi Kennedy Space Center tersebut berhasil, sayuran yang ditanam bisa jadi solusi dan membantu diet para astronot.

Dilansir Pulse, Senin, 10 Oktober 2016, untuk memulai eksperimen tersebut, para ilmuwan menggunakan tanah Hawaii sebagai tanah dasar, kemudian dirangsang dengan unsur-unsur lain agar cocok dengan kondisi tanah di Planet Mars.
 
Ilmuwan merawat tanah tersebut dengan tiga jenis perlakuan, yakni satu sampel tanah dengan kondisi sederhana, satu tanah dengan mendapatkan penambahan nutrisi, dan satu lagi di dalam pot. Dalam tiga perlakuan itu, untuk tahap pertama dicoba ditumbuhi tanaman selada.
 
Hasil uji coba menunjukkan, tidak ada perbedaan yang signifikan dari ketiga perlakuan. Tapi, tanaman selada yang ditumbuhkan dalam kondisi tanah yang paling mirip dengan Mars, memiliki akar yang lemah dan tingkat pertumbuhan yang lambat.
 
“Dengan dua atau tiga hari lebih lambat daripada kelompok tanah yang dikendalikan,” kata ilmuwan dalam laporan mereka. 

Ilmuwan mengatakan, hasilnya berbeda jauh dengan pertumbuhan tanaman dengan di Bumi, karena perbedaan iklim tanah antara Planet Merah dan Bumi.
 
Studi percobaan tersebut hampir memakan waktu empat minggu. Dalam uji coba itu, terlibat ahli ekologi, biokimia dan kimia ekologi yang mengawasi seluruh proses. Awalnya, para ilmuwan menanam 30 bibit pada tabung, tetapi hanya setengah dari jumlah ini tumbuh dengan sukses.
 
Setelah selada, beberapa lagi tanaman yang bakal dicoba ilmuwan untuk diuji yaitu lobak, kubis, kacang polong, tomat, dan lainnya.
 
Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian yang ditandatangani oleh NASA dan Florida Tech Institute pada Juni 2016. Pengujian ini juga merupakan persiapan penyelidikan yang dimulai sejak September lalu. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP