TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Program Komputer Pembongkar Kedok Psikopat Berhasil Diuji

Program buatan itu bekerja layaknya otak manusia.
Program Komputer Pembongkar Kedok Psikopat Berhasil Diuji
Ilustrasi gelombang otak (unocero)

VIVA.co.id – Tim ilmuwan Rusia menciptakan program komputer yang bisa membongkar kedok para individu yang memiliki kepribadian psikopat. 

Melalui program komputer ciptaan yang bisa bekerja layaknya otak manusia, ilmuwan Tomsk University, Rusia, mengaku ilmuwan bisa memprediksi perilaku kriminal individu. 

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, tim ilmuwan sebelumnya sudah mensurvei 180 narapidana yang dipenjara dengan berbagai penyebab. Narapidana yang dipilih, yaitu narapidana pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, dan karena obat terlarang. 

Dalam surveinya, ilmuwan melatih para narapidana itu dengan dua jenis jaringan saraf buatan (artificial neutral network/ANN). Untuk diketahui, ANN merupakan paradigma untuk memproses informasi yang terinspirasi dari jaringan saraf biologi pada otak. 

Berbekal ANN itu, ilmuwan ingin melihat dan menguji karakteristik psikologi yang berbeda dari masing-masing kategori narapidana tersebut. 

Setelah melalui pengujian, ilmuwan menemukan narapidana yang dihukum pencurian, ternyata memiliki sifat-sifat dominan seperti otoritarian, ketergantungan, dan altruisme, atau sifat seseorang yang lebih memedulikan orang lain, ketimbang dirinya sendiri. Sementara itu, narapidana pemerkosaan punya sifat sangat mencurigakan. 

Ilmuwan mengatakan, mereka tertarik untuk mendalami prediksi perilaku. 

"Sebab, perilaku ditentukan di atas semua kepribadian seseorang, yaitu misalnya temperamen, karakter, dan jenis psikologi," ujar pemimpin proyek studi, Michael Golovchiner yang merupakan pakar dari Fakultas Sibernetika dan Matematika Aplikasi Tomsk University. 

Golovchiner mengatakan, pengujian dan pelatihan itu telah terungkap, ada ada dua jenis faktor karakteristik, yaitu dominasi-penyerahan dan keramahan-permusuhan. 

Ilmuwan mengklaim, hasil pengujian mereka relatif punya akurasi yang tinggi, sebab tingkat kesalahan klasifikasi perilaku psikologi narapidana itu sekitar 20 persen. 

Golovchiner menuturkan, metode yang dijalankan ilmuwan ini bisa dipakai lebih luas, dan lebih menggunakan banyak data untuk bisa menciptakan sebuah ANN yang mencari tiap jenis karakter psikologi pemprediksi perilaku. 

Metode yang dipakai ilmuwan ini ke depan juga potensial dimanfaatkan untuk lembaga, institusi yang ingin mencari kandidat karyawan, partner yang sesuai dengan visi lembaga. Setidaknya, dengan menjalankan program yang dibuat ilmuwan ini, maka bisa mengetahui sifat psikologi individu dari kandidat karyawan tersebut. 

Hasil studi tim ilmuwan ini telah dipublikasikan dalam Journal of Control and Computer Science, Tomsk University. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP