TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

China Siapkan Pesawat Wisata Antariksa Terbesar

Pesawat itu dijadwalkan terbang pada 2020 mengangkut 20 wisatawan.
China Siapkan Pesawat Wisata Antariksa Terbesar
Rancangan pesawat wisata antariksa buatan China (www.newscientist.com/CALT)

VIVA.co.id – Di tengah persaingan perusahaan antariksa swasta SpaceX dan perusahaan penerbangan Boeing menyediakan kendaraan untuk membawa manusia pertama ke Mars, Tiongkok lebih memilih program pariwisata antariksa. Untuk mewujudkannya, Tiongkok telah memiliki program pesawat antariksa yang bisa dicicipi kalangan sipil.

Pesawat tersebut nantinya dapat diisi oleh sekitar 20 penumpang. Tiongkok menyebutkan, pesawat ruang angkasa itu akan menjadi yang terbesar di dunia dan siap terbang pada 2020.

Perancang pesawat wisata antariksa itu adalah China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT) yang berpusat di Beijing, Tiongkok. Burung besi itu buatan CALT itu nantinya akan menembus ruang angkasa dengan cara lepas landas vertikal dan pendaratan horizontal ketika kembali ke Bumi.

"Kendaraan ini akan lepas landas vertikal seperti roket dan pendaratan di landasan pacu secara otomatis di daratan atau tanpa intervensi dari sistem di pesawat," ucap Ketua Tim, Han Pengxin, yang dilansir Daily Mail, Senin 10 Oktober 2016.

Ada dua desain yang disajikan oleh CALT. Desain pertama, beratnya 10 ton dan memiliki lebar saya enam meter. Versi lebih kecil ini dapat terbang membawa lima penumpang untuk merasakan di ketinggian 100 kilometer, sehingga akan merasakan nol gravitasi selama dua menit.

Sedangkan, desain yang kedua dengan berat mencapai 100 ton dan lebar sayap 12 meter, mampu memboyong 20 penumpang untuk terbang 130 kilometer di atas permukaan Bumi. Merasakan sensasi nol gravitasinya pun bisa lebih lama hingga empat menit.

"Tes penerbangan akan selesai dalam dua tahun ke depan, karena hampir semua tes selesai dilakukan dan semua subsistem dari uji kendaraan bekerja sangat baik," ungkap Han Pengxin.

Skema peluncuran dan pendaratan pesawat wisata antariksa China

Untuk menikmati pariwisata antariksa tersebut, Han mengungkapkan, setiap penumpangnya akan dikenai biaya sekitar US$ 200 ribu (Rp2,5 miliar) dan US$ 250 ribu (Rp3,2 miliar).

Dalam menyediakan pengalaman wisata antariksa ini, Tiongkok akan bersaing dengan berbagai perusahaan ternama, misalnya Virgin Galactic, SpaceX, hingga Blue Origin dengan New Shepard andalannya.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP