TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Puing Roket Falcon 9, Kasus Keempat yang Terjadi di RI

Roket bekas Falcon 9 jatuh di Sumenep, Madura.
Puing Roket Falcon 9, Kasus Keempat yang Terjadi di RI
Kepala Lapan Thomas Djamaluddin (VIVA.co.id/Suparman)

VIVA.co.id – Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) menyatakan, kasus jatuhnya roket bekas pengantar satelit di wilayah Indonesia sudah terjadi empat kali. Jatuhnya bagian roket Falcon 9 di Kabupaten Sumenep Jawa Timur pada 26 September 2016 merupakan kasus keempat yang terjadi di Indonesia. 

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin menjelaskan, tiga kasus roket lainnya jatuh dalam jarak tahun yang cukup jauh dan milik negara Eropa dan Asia.

"Sampai saat ini Lapan sudah menyimpan empat benda sampah antariksa yang sudah teridentifikasi. Pertama di Gorontalo pada 1981, itu milik rusia. Pada 1988 di Lampung, bekas roket Rusia, pada 2003 lempengan roket RRT (Republik Rakyat Tiongkok) jatuh di Bengkulu," ujar Thomas di Lapan Kota Bandung Jawa Barat, Sabtu 8 Oktober 2016.

Menurutnya, kasus jatuhnya bagian roket ini tidak berdampak bahaya bagi daerah yang terkena. Berbeda dengan satelit, kata dia, pemilik dan negara yang lokasi jatuhnya sampah antariksa satelit langsung mengambil langkah karena sampah antariksa satelit berbahan radio aktif.  

"Sedangkan satelit harus diwaspadai, karena membawa bahan bakar nuklir. Kalau ini aman dan sudah dikonfirmasi," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, dari pemantauan Lapan lewat jalur orbit, bongkahan roket dari ukuran kepalan tangan hingga lebih besar, tercatat terus berjatuhan.

"Sampah antariksa hingga saat ini jumlahnya sekitar 17.800 objek pada berbagai orbit dan ukurannya pun bermacam - macam," ujarnya menerangkan.

Roket bekas Falcon 9 R/B yang jatuh di Kabupaten Sumenep Jawa Timur pada 26 September 2016 telah dibawa kembali oleh perusahaan transportasi luar angkasa Amerika Serikat Space Ekploration Technologi Corporation (SpaceX).

Roket tersebut, merupakan bagian atas peluncur satelit komunikasi JCSAT 16 milik Jepang pada 14 Agustus 2016 diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station Florida, Amerika Serikat. 

"Ini yang keempat. Sebenarnya ada satu lagi, tapi jatuhnya di laut Flores, tidak bisa diidentifikasi. Lapan mengidentifikasi itu sampah antariksa.”

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP