TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Startup Lokal Ini Incar Hasil Laut Indonesia

Bekerja sama dengan puluhan sentra nelayan di Indonesia.
Startup Lokal Ini Incar Hasil Laut Indonesia
Kapasitas Tangkapan Nelayan (Antara/Zabur Karuru)

VIVA.co.id – Perusahaan rintisan bisa membuat kemudahan bagi siapa saja, termasuk para nelayan, yang mulai bisa menjual hasil lautnya secara online. Aplikasi pelelangan digital hasil laut ini pun digagas oleh Aruna Indonesia.

Aruna merupakan startup lokal yang awalnya hanya sebuah        situs pasarlaut.com, tanpa memikirkan target dan model bisnis yang berkelanjutan. Bisa dibilang, pasarlaut.com hanyalah situs marketplace hasil laut yang sifatnya hanya business to business (B2B).

Namun belakangan, Aruna mulai berbenah diri dan mengembangkan layanannya. Selain membuat versi baru dari pasarlaut.com, memperluas jejaring, Aruna juga memiliki ETTI, sebuah sistem untuk pelelangan ikan secara digital.

"Kami mencoba mengembangkan semua yang sudah kami rintis dengan bekal dari Indigo Creative Nation (ICN). Di sana kami tidak hanya mendapatkan mentoring dari praktisi berpengalaman, membuka koneksi ke sentra nelayan di beberapa wilayah di Indonesia, ada juga suntikan modal dari ICN sebesar Rp120 juta," ujar Farid Naufal Aslam, CEO Aruna Indonesia, dalam keterangannya, Sabtu, 8 Oktober 2016.

Secara garis besar, kata Farid, produk Aruna saat ini bahkan sudah tersedia tiga buah. Yakni Integrated Fishery Management (Sistem aplikasi terintegrasi pengelolaan bisnis perikanan), Fishery Online Trading (Data sektor perikanan real time dan handal), dan Fishery Data Intelligent (Inovasi sistem perdagangan ikan dan hasil laut secara daring). 

"Dari ketiganya, kami sudah punya klien ETTI dengan KUD Nelayan Mina Laksana Mukti yang membawahi 40 koperasi nelayan. Tujuh di antaranya sudah menerapkan sistem pelelangan digital kami. Selain itu kami juga telah menarik sejumlah koperasi nelayan di Subang dan Jabar Selatan. Di luar Jawa, kerjasama dilakukan dengan koperasi nelayan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur," katanya.

Sayangnya, nilai transaksi belum muncul karena implementasi belum lama dilakukan. Selain Pangandaran, Farid mengklaim mereka sedang melakukan negosiasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

Aruna Indonesia merupakan binaan Indigo Creative Nation (ICN) tahun 2015 Batch 1.

"Kami ingin para startup menjadi lebih profesional. Bukan sekedar bikin, bukan ikut-ikutan, tapi model dan target bisnisnya memang terukur dan menghasilkan dalam jangka lama," ujar Ery Punta Hendraswara, Managing Director ICN.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP