TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

India dan Vietnam Juara Ransomware di Asia Pasifik

Setiap bulan, insiden ransomware meningkat.
India dan Vietnam Juara Ransomware di Asia Pasifik
Ransomware. (U-Report)

VIVA.co.id – Perkembangan dunia yang kian memberikan tren mobile di satu sisi memberikan kemudahan konektivitas dan fleksibilitas. Namun pengguna pada era mobile diminta untuk waspada dengan ancaman serta risiko keamanan. 

Perusahaan keamanan asal Rusia, Kaspersky, mengungkapkan bagaimana risiko keamanan sepanjang tahun ini kian meningkat. Salah satu yang menjadi perhatian Kaspersky yaitu soal naiknya program komputer berbahaya yang memalak korbannya dengan meminta tebusan tertentu, atau dikenal dengan Ransomware. 

Director Global Research and Analysis Team Asia Pasific Kaspersky Lab, Vitaly Kamluk, mengungkapkan mengenai gambaran landscape ancaman siber dunia maya di kawasan Asia Pasifik.

"Sementara perangkat mobile yang berisiko terjangkit kejahatan hacker pada tahun ini seperti aplikasi yang terinfeksi di pasar resmi, peretasan ponsel mobile browser web, pencurian data, mobile banking trojan, dan mobile ransomware," ujarnya dalam acara Cyber Security Weekend Kaspersky Lab Asia Pasific Countries, di Jimbaran, Bali, Jumat, 7 Oktober 2016.

Data Kasperky Lab menunjukkan sepanjang tahun ini, ransomware sudah terjadi nyaris di seluruh belahan dunia. Perusahaan keamanan itu mengatakan telah menemukan setidaknya ransomware di 200 negara sepanjang 2016. 

Secara jumlah insiden program pemalak untu di kawasan Asia Pasifik menunjukkan ada kenaikan signifikan. Data Kasperky Lab menunjukkan, dari Juli-Agustus tahun ini, insiden ransomware itu telah naik 114 persen dibanding periode Februari sampai Maret 2016. 

Tercatat dari insiden ransomware Februari yang terlacak di Asia Pasifik yaitu 9693 insiden dan naik menjadi 32.594 insiden pada Maret. Periode April sampai Juni, insiden tercatat makin menurun, namun melonjak signifikan pada Juli dengan 44.762 insiden dan 45.842 pada Agustus. 

Negara yang 'juara' ransomware di kawasan ini adalah India diikuti dengan Vietnam.

Dalam laporan statistik survei Kasperky Lab sepanjag Juli sampai September tahun ini, rata-rata 49 persen pengguna di Australia, China, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam, telah mengalami insiden keamanan. Sementara 17 persen pengguna mengaku telah menghadapi ancaman terkait web, yang akhirnya bisa dicegah dengan solusi Kaspersky Lab. 

Kaspersky mengatakan, kenaikan insiden ransomware itu menggambarkan bahwa kawasan Asia Pasifik menjadi area sasaran para penjahat siber dan pelaku ransomware.

Cyber Security Weekend 2016 bersama negara-negara Asia Pasifik (APAC) bertempat di Jimbaran, Bali, Indonesia.

Dalam acara tahunan ini Indonesia menjadi tuan rumah, diikuti oleh beberapa media lokal dan asing terdiri dari Indonesia, India, Malaysia, China, Filipina, Vietnam, Thailand, Korea Selatan, Australia, dan Singapura.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP