TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Ilmuwan: Batas Usia Manusia Hanya Sampai 115 Tahun

Bisa sampai 122 tahun namun sangat jarang.
Ilmuwan: Batas Usia Manusia Hanya Sampai 115 Tahun
Jeanne Calment, wanita tertua sepanjang sejarah dunia (NYTimes)

VIVA.co.id – Berapa sebenarnya batas waktu hidup manusia? Ilmuwan mengungkapkan dalam penelitian bahwa batasan usia manusia hidup di dunia hanya bisa sampai 115 tahun.

Angka ini mungkin masih dipertanyakan kepastiannya karena tidak ada yang tahu umur manusia sebenarnya kecuali Tuhan. Malah pada 4 Agustus 1997 lalu, meninggalnya seorang wanita tua, bernama Jeanne Calment, sempat menghebohkan dunia. Yang istimewa dari wanita itu hanyalah usianya, yang ternyata saat meninggal sudah berumur 122 tahun.

Namun untuk bisa menemukan lagi manusia yang mencapai usia tersebut, dianggap ilmuwan sebagai hal yang mustahil. Ilmuwan percaya jika manusia akan semakin memiliki umur yang panjang dalam beberapa dekade ke depan. Namun ada batasannya, hanya sampai 115 tahun.

Para ilmuwan, yang terdiri dari Brandon Millholand dan Jan Vijg serta seorang mahasiswa binaannya Xiao Dong, telah melakukan analisa bertahun-tahun. Dalam analisanya itu terkuak jika usia hidup manusia ada batasnya. Itu merupakan batas alami. Meski ada batasnya namun ada kalanya beberapa orang mengalami usia lebih panjang, seperti Calment.

Millholand dan Vijg mengaku telah menganalisa ratusan orang yang berasal dari demografi berbeda, dari 41 negara di seluruh dunia. Mereka menganalisa berapa banyak orang yang meninggal, dengan usia berbeda-beda, di tahun tertentu. Lalu data itu dibandingkan dengan angka kematian dari tahun ke tahun untuk menghitung seberapa cepat populasi berkembang di setiap umur. 

"Pada 1920an, contohnya, di Paris, sekelompok wanita bisa berusia sampai 85 tahun. Sedangkan pada 1990, wanita di Prancis bisa hidup sampai usia 102 tahun. Sampai akhirnya belakangan ini kami temukan banyak dari wanita bisa hidup lebih lama lagi, sampai 110 tahun. Kini tren itu mulai menurun dan berpotensi berhenti sampai angka itu," ujar Vijg, seperti dikutip dari New York Times, Kamis, 6 Oktober 2016.

Data lebih jauh pun dikumpulkan Vijg dan koleganya, dengan menggunakan penemuan dari James W. Vaupel, yang menjabat sebagai direktur dari Max-Planck Odense Center. Vijg melihat di data itu berapa usia tertua seseorang yang meninggal di tahun tertentu.

"Pada 1968, usia tertua sekitar 111 tahun. Pada 1990, usia manusia naik lagi cukup signifikan, sampai 115 tahun. Butuh 10.000 dunia seperti ini untuk bisa menemukan satu manusia yang berusia lebih dari 125 tahun," ujar Vijg.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP