TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Google Indonesia Buka Suara soal 'Sungai Bersih karena Foke'

Google tegaskan tidak memprioritaskan istilah pencarian tertentu.
Google Indonesia Buka Suara soal 'Sungai Bersih karena Foke'
Ilustrasi Google. (Pixabay/422737)

VIVA.co.id – Google Indonesia buka suara terkait kehebohan pencarian 'sungai bersih karena foke' menjadi 'sungai bersih karena ahok'. 

Perwakilan Google Indonesia menegaskan, dalam fenomena hasil pencarian tersebut, Google tidak memihak salah satu figur publik. 

Seperti diketahui kata 'foke' merujuk pada mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, sebelum diganti Gubernur DKI Joko Widodo. Sedangkan kata 'ahok' merujuk pada gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama. 

"Google tidak pernah memprioritaskan satu istilah pencarian di atas yang lainnya," tulis perwakilan Google Indonesia melalui email kepada VIVA.co.id, Selasa 4 Oktober 2016. 

Dalam kasus pencarian Ahok tersebut, perwakilan Google Indonesia mengakui kenyataan mesin Google yang menyarankan hasil pencarian ke Ahok. Tapi saran atau rekomendasi ke Ahok itu, kata Google Indonesia, dilandasi oleh pencarian sungai bersih yang dilakukan dalam masa pemerintahan Ahok. 

"Dalam kasus Ahok, mungkin pencarian orang seputar sungai bersih ini terkait dengan Ahok (dari pemberitaan media misalnya) dan bukan Foke, maka algoritme Google pun "belajar" kalau sungai bersih terkait dengan Ahok, bukan Foke," tulis perwakilan Google Indonesia. 

Untuk diketahui Google memiliki fitur yang menunjang pencarian yaitu Google Autocomplete. Fitur ini membantu pengguna saat mengetikkan sesuatu pada kotak pencarian, dan menyediakan kata yang dimaksud tanpa harus mengetikkan kata tersebut secara utuh. Misalkan pengguna mengetikkan 'go' di kotak pencarian Google, maka akan tampil google.go.id dan sebagainya, padahal pengguna belum menyelesaikan kata kunci yang ingin dicarinya. 

Perwakilan Google Indonesia menegaskan, Google Autocomplete didesain untuk memberikan pengalaman pencarian yang mampu memberi saran dengan lebih tepat dan sesuai konteks pengguna. 

"Google Autocomplete didesain fokus pada rank algoritme mesin Google, bukan manual. Google Autocomplete keluar berdasarkan beberapa faktor, salah satunya adalah popularitas dari search term itu sendiri, dan freshness (maka hasil Autocomplete bisa berubah-ubah seiring waktu)," tulis perwakilan Google Indonesia. 

Sebelumnya netizen Indonesia dibuat heboh dengan temuan hasil pencarian di Google terkait kata kunci ‘sungai bersih karena foke'. 

Topik terkait sungai bersih di Jakarta ini, sebelumnya disampaikan oleh calon Gubernur DKI, Anies Baswedan. 

Pada pekan lalu, Anies mengakui kondisi sungai di Jakarta saat ini sudah terlihat bersih. Namun, dia menegaskan, kebersihan sungai di Ibu Kota itu merupakan buah dari program dari beberapa Gubernur DKI Jakarta. 

Anies mencontohkan, pada 2009, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, merancang program kali bersih. Kemudian, program itu diteruskan oleh gubernur pengganti Foke, Joko Widodo. Anies juga mengatakan, program kali bersih dalam dua tahun belakangan ini dilanjutkan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, setelah Jokowi menjadi Presiden RI. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP