TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Pengemudi Gojek Tuntut Hapuskan Sistem Performa

Ribuan pengemudi Gojek gelar aksi unjuk rasa di Kemang.
Pengemudi Gojek Tuntut Hapuskan Sistem Performa
Unjuk rasa pengemudi Gojek  (VIVA.co.id/Irwandi Arsyad)

VIVA.co.id – Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Solidaritas Gojek Indonesia menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Senin 3 Oktober 2016. Ribuan pengemudi Gojek tersebut berdemo untuk menuntut penghapusan salah satu kriteria penilaian dari PT Gojek, yaitu soal performa.

Salah seorang pengemudi Gojek yang tak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, penilaian terkait performa ini menyangkut bonus yang mereka dapatkan. Jika performa kurang dari 50 persen, maka bonus pun tidak mengalir.
 
“Bonus itu didapat kalau dapat 10 poin ke atas,” kata pengemudi Gojek itu kepada VIVA.co.id, Senin 3 Oktober 2016.
 
Sementara terkait poin, dia jelaskan, jika mereka membawa penumpang kurang dari 10 kilometer maka nilai poinnya satu, tapi kalau lebih dari 10 kilometer poin yang diperoleh dua. Jika sudah mendapatkan poin 10, bonus didapat Rp20 ribu. Kemudian jika poin meningkat menjadi 12, maka pengemudi dapat bonus Rp60 ribu. Bonus yang sama berlaku jika pengemudi mendapat poin di atas 12.
 
“Tapi bonus bisa cair kalau performa 50 persen ke atas,” ucap dia.
 
Sang pengemudi Gojek itu mengatakan, kawan-kawannya sering tidak bisa memenuhi nilai performa 50 persen, bukan karena kesalahan atau kemalasan mereka. Sang pengemudi itu mengatakan, kendala yang ditemui pengemudi hingga tak bisa mencapai ketentuan nilai 50 untuk performa yaitu adanya penumpang yang fiktif, ketika ada order, mereka setujui, tapi ketika pengemudi menghubungi pelanggan nomornya tidak aktif.
 
Kemudian, jika pengemudi tidak mengambil orderan karena tujuannya jauh, pengemudi “didenda” pengurangan performa. “Kenapa kita tidak memilih yang jauh karena waktu habis di jalan. Pertama macet, kedua jarak. Jadi orderan sehari dikit,” kata dia.
 
Jika pengemudi membatalkan saat pelanggan sudah disetujui, penilaian mereka pun berkurang.

“Yang kota lain (performa) sudah dihapuskan, Jakarta belum. Kalau penilaian begitu kan enggak adil,” ujar dia.
 
Diketahui, aksi demo para sopir Gojek dari Jakarta, Depok dan Bekasi itu akan dilakukan di kantor pusat PT Gojek Indonesia, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Tidak hanya unjuk rasa, pengemudi Gojek juga mengklaim akan bertemu perwakilan Komisi V DPR untuk mengadukan seluruh keluhan yang tidak kunjung direspons oleh manajemen PT Gojek.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP