TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

PaperLab, Teknologi 'Hijau' Revolusioner Milik Epson

Printer ini mengolah kertas atau dokumen kantor secara ringkas.
PaperLab, Teknologi 'Hijau' Revolusioner Milik Epson
Launching printer Epson, Bali, 25 Agustus 2016. (Viva.co.id/Mustakim)

VIVA.co.id – Epson sudah mengantongi reputasi terpercaya di bidang produk mesin cetak. Kini, perusahaan Jepang itu kembali membuat sebuah produk yang bisa mengubah cara bekerja di dalam kantor.

Ya, produk ramah lingkungan tersebut diberi nama PaperLab, yang diklaim menjadi mesin pertama yang sanggup mendaur ulang kertas di dalam kantor Anda sendiri.

Tidak hanya ramah lingkungan karena bisa mendaur ulang kertas, tetapi PaperLab juga tidak menggunakan air sama sekali (dry-process). Padahal, biasanya untuk membuat selembar kertas A4 dibutuhkan setidaknya satu cangkir air.

"Ini akan mengubah cara kerja kantor Anda, membuat kantor Anda lebih ramah lingkungan," ujar Public Relations and Investor Relations Manager Seiko Epson Corp, Alaistair Bourne.

Cara kerja mesin ini cukup mudah. Kertas-kertas bekas pakai akan dihancurkan menjadi serat-serat tipis, sehingga dokumen rahasia akan hancur total. Setelah itu, PaperLab akan membentuk kertas dengan memberikan tekanan tinggi.

Hebatnya, PaperLab dalam menghasilkan 14 kertas baru hanya dalam waktu satu menit saja. Bila dihitung sesuai jam kantor yang biasanya delapan jam, maka satu mesin mampu menghasilkan 6.720 lembar tiap harinya.

Poin ramah lingkungan mesin ini tak hanya karena tidak menggunakan air dalam prosesnya, PaperLab juga bisa memangkas karbon zat buang karena tidak menggunakan kendaraan pihak ketiga dalam proses daur ulang.

"Saat ini, PaperLab sudah digunakan oleh pemerintah Perfektur Nagano (Kantor Pusat Epson). Kami rencananya akan merilis untuk umum pada akhir 2016 ini," ujar Alaistair.

PaperLab bukannya tidak memiliki kendala, dengan panjang mesin mencapai 2,5 meter maka Anda butuh ruang besar untuk mesin ini saja. Epson tidak mengungkapkan berapa estimasi harga sebuah PaperLab, tapi menurut situs Ars Technica, sebuah mesin revolusioner ini bisa saja dibanderol 50.000 Pound atau setara dengan Rp842 juta.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP