TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

BPPT Kembangkan Sistem Cerdas Pencari Ikan untuk Nelayan

Sikbes Ikan bisa prediksi lokasi dan nilai ekonomis dari ikan.
BPPT Kembangkan Sistem Cerdas Pencari Ikan untuk Nelayan
Perahu nelayan mencari ikan di Laut Natuna, Kepulauan Riau. (REUTERS/Tim Wimborne)

VIVA.co.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil mengembangkan perangkat lunak 'Sikbes-Ikan', atau Sistem Penjejak Ikan Nan Cerdas. Sikbes Ikan, merupakan sistem model untuk prediksi lokasi potensi keberadaan ikan (fishing ground). 

Selain itu,  Sikbes ikan juga bisa memprediksi perhitungan nilai ekonomis ikan-ikan yang dideteksi.  

Muhamad Sadly, selaku ketua tim pengembang Sikbes Ikan dari Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah (PTPSW) BPPT menyebut, sistem Sikbes Ikan ini menggunakan pendekatan integrasi antara metode sistem pakar, atau Knowledge-Based Expert System (KBES), Penginderaan Jauh (Remote Sensing) dan Sistem Informasi Geografis (GIS).

"Aplikasi Sikbes Ikan ini dapat memberikan manfaat besar bagi para nelayan yang bergerak dalam produksi penagkapan ikan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan produksi dari suatu proses produksi penangkapan ikan di suatu wilayah perairan," kata Sadly saat mempersentasikan Sikbes Ikan di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis 21 September 2016.

Selain untuk pemantauan lokasi keberadaan ikan, termasuk mencakup nusantara, kata Sadly,

Sikbes Ikan juga berdaya guna untuk pengelolaan tata ruang penentuan jalur transportasi laut, pasriwisata, dan penentuan zona illegal fishing

Kini, BPPT pun bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengimplementasikan sistem Sikbes Ikan di beberapa wilayah perairan Indonesia. Sudah sekitar 75 persen, yakni sekitar 19 wilayah, seperti di antara Pulau Natuna, Nipah, dan lainnya. 

Bantu Nelayan cari ikan, Inovasi SIKBES Ikan BPPT dapat di akses pada tautan: http://tisda.bppt.go.id/sikbes

"Diharapkan sistem ini dapat menyediakan informasi yang tepat, guna mengenai lokasi potensi keberadaan ikan, mudah diakses, cepat dan akurat," ujar Sadly. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP