TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

Tengah Malam Nanti, Gerhana Bulan Penumbra Terakhir

Bulan akan tampak sedikit meredup dibanding penampakan purnama.
Tengah Malam Nanti, Gerhana Bulan Penumbra Terakhir
Gerhana bulan merah di indramayu/Iustrasi. (ANTARA/Dedhez Anggara)

VIVA.co.id – Fenomena gerhana kembali akan melewati dan dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Kali ini, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan Gerhana Bulan Penumbra pada tengah malam dan dini hari nanti, antara 16-17 September 2016.

Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat Bumi menghalangi sinar Matahari untuk sampai ke Bulan. Pada konteks ini, posisi Bulan tidak masuk dalam kerucut umbra atau bayang-bayang inti Bumi, tapi berada di area penumbra. 

Secara umum, Gerhana Bulan Pnumbra sama seperti Gerhana Bulan pada umumnya, yang mana Bulan purnama saat ini berada di titik simpul perpotongan orbit Bumi dan Bulan sehingga bisa terjadi gerhana. Gerhana Bulan Penumbra pada tengah malam nanti merupakan yang terakhir pada tahun ini.

Pengamat astronomi, Avivah Yamani menjelaskan, Gerhana Bulan Penumbra berbeda dengan Gerhana Bulan Total atau saat gerhana dengan posisi Bulan ada di bagian umbra. 

"Di umbra, Bumi menghalangi seluruh cahaya Matahari, makanya Bulan enggak terima cahaya sama sekali dan kita bisa melihat Gerhana Bulan Total," ujar Avivah kepada VIVA.co.id, Kamis, 15 September 2016. 

Sementara saat gerhana bulan di posisi penumbra, Bumi hanya menghalangi sebagian cahaya Matahari. Dengan posisi demikian, kata Avivah, Bulan masih menerima sebagian cahaya untuk dipantulkan. 

"Akibatnya saat gerhana (penumbra), Bulan hanya tampak meredup. Perbedaannya enggak banyak juga dengan Bulan purnama. Jadi agak sulit dikenali oleh pengamat," tutur dia. 

Avivah mengatakan, untuk kalangan awam astronomi, Gerhana Bulan Penumbra bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan tipe-tipe gerhana yang bisa terjadi. 

"Fenomena ini juga bisa memberi edukasi terkait pergerakan Matahari-Bumi-Bulan," kata dia. 

Dalam tulisannya, Avivah menjelaskan, wilayah Indonesia nyaris semuanya bisa menyaksikan Gerhana Bulan Penumbra. Hanya saja, sebagian wilayah Papua yang tidak bisa menyaksikan proses Gerhana Bulan Penumbra seluruhnya.

"Sebelum Gerhana Bulan Penumbra berakhir, Bulan sudah terbenam. Jadi mereka (sebagian wilayah Papua) cuma bisa melihat awal sampai jelang akhir gerhana," jelasnya.

Ilustrasi Gerhana Bulan Penumbra

Detik-detik Gerhana Bulan Penumbra

Durasi Gerhana Bulan Penumbra terakhir pada 2016 yaitu 3 jam 59 menit 16 detik. 

Untuk tahapan Gerhana Bulan Penumbra di Tanah Air, kontak pertama akan terjadi pada 16 September 2016 pukul 23.54 WIB, 17 September 2016 pukul 00.54 WITA, dan 17 September 2016 pukul 01.54 WIT. 

Puncak Gerhana Bulan Penumbra akan terjadi pada 17 September 2016 pukul 01.55 WIB untuk wilayah Indonesia Barat, pukul 02.55 WITA (Indonesia Tengah) dan pukul 03.55 WIT (Indonesia Timur). 

Sedangkan kontak terakhir bakal terjadi pada 17 September 2016 pukul 03.53 WIB (Indonesia Barat), pukul 04.53 WITA (Indonesia Tengah) dan pukul 05.53 WIT (Indonesia Timur). 
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP