TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Samsung: Segera Kembalikan Galaxy Note 7

Samsung telah menarik kembali 2,5 juta unit Galaxy Note 7 di 10 negara
Samsung: Segera Kembalikan Galaxy Note 7
Sensor selaput mata pada Samsung Galaxy Note 7 (Viva.co.id/Amal Nur Ngazis)

VIVA.co.id – Samsung Electronics meminta pengguna Galaxy Note 7 untuk segera menyerahkan perangkat tersebut ke perusahaan. Imbauan itu merupakan bagian dari upaya Samsung menarik kembali perangkat terbaru itu yang diluncurkan pada Agustus lalu.

Akibat masalah kesalahan baterai pada Galaxy Note 7 membuat Samsung itu memutuskan menarik kembali (recall) sekitar 2,5 juta Galaxy Note 7 di 10 negara, termasuk di Korea Selatan dan Amerika Serikat.

"Kami meminta pengguna untuk mematikan Galaxy Note 7 mereka dan menukarkan segera mungkin," kata Kepala Bisnis Samsung, Koh Dong-jin dalam pernyataannya dikutip dari Reuters, Minggu 11 September 2016.

Dong-jin mengatakan, imbauan itu disampaikan kepada konsumen Galaxy Note 7 sebab perusahaan sudah menyiapkan kompensasinya yaitu berupa perangkat pengganti.

"Kami mempercepat perangkat pengganti sehingga mereka (konsumen) bisa mendapatkan melalui program pertukaran yang senyaman mungkin dan sesuai dengan peraturan yang terkait," kata dia.

Samsung diketahui sudah memberikan penawaran pertukaran perangkat ke semua Galaxy Note 7 yang terdampak dengan problem baterai tersebut. Perusahaan Korea Selatan itu mengatakan penggantian Galaxy Note 7 akan tersedia di beberapa pasar termasuk di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Program pertukaran itu dimulai pada 19 September 2016.

Atas problem baterai yang bisa menyebabkan kebakaran perangkat itu membuat Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat meminta pengguna untuk berhenti memakai Galaxy Note 7.

Dampak problem Galaxy Note 7 makin meluas, sebab beberapa otoritas dan maskapai penerbangan telah melarang perangkat itu dalam penerbangan. Pelarangan itu lantaran risiko munculnya kebakaran saat penumpang mengisi daya Galaxy Note 7 di pesawat.

Keputusan recall itu diperkirakan akan merugikan Samsung. Para analis memperkirakan, recall tersebut setidaknya membuat Samsung berpotensi kehilangan pendapatan hampir mencapai US$5 miliar pada tahun ini.

Soal penyebabnya, perusahaan Korea Selatan itu mengungkapkan dalam sebuah tanya jawab di Inggris. Samsung memberikan penjelasan sekilas atas problem yang terjadi.

"Berdasarkan investigasi, kami mempelajari ada masalah pada sel baterai. Sebuah overheating sel baterai terjadi saat kontak anoda ke katoda, yang mana itu kesalahan proses manufakturing sangat langka," jelas Samsung.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP