TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Lebih dari 1,6 Juta Galaxy Note 7 Bermasalah

Samsung telah menyetop pembuat baterai Galaxy Note 7
Lebih dari 1,6 Juta Galaxy Note 7 Bermasalah
Samsung Galaxy Note 7 (Viva.co.id/Amal Nur Ngazis)

VIVA.co.id – Kabar penarikan kembali atau recall Galaxy Note 7 masih menimbulkan kontroversi. Penarikan kembali perangkat terbaru sainSamsung itu menyusul ada temuan problem baterai.

Terkait jumlah Galaxy Note 7 yang potensial terdampak, Samsung mengklaim hanya 0,01 persen saja. Sebelumnya, dalam pengumumannya, Samsung memutuskan menarik 2,5 juta unit Galaxy Note 7 dari pasaran.

Namun berdasarkan laporan dari Wall Street Journal dan Korea Herald, jumlah perangkat yang terdampak mencapai 1,6 juta unit.

Dikutip dari Forbes, Selasa 6 September 2016, soal jumlah Galaxy Note 7 yang terdampak, Wall Street Journal memperkirakan mencapai 1,6 juta-an unit. Angka itu ditaksir dari jumlah pasokan baterai yang dikerjakan divisi pembuat baterai Samsung, Samsung SDI. Diketahui, Samsung SDI memasok 65 persen baterai dari total 2,5 unit Galaxy Note 7 yang sudah terjual. Sementara Korea Herald mengatakan jumlah perangkat yang terdampak bisa mendekati 70 persen dari 2,5 juta unit tersebut.

Dengan asumsi tersebut, maka setidaknya angka terendah, 65 persen dari 2,5 juta Galaxy Note 7, maka jumlah yang terdampak minimal 1,625 juta unit Galaxy Note 7.

Sebelumnya, laman Chosun Ilbo, melaporkan total 2,5 juta unit Galaxy Note 7 telah dikapalkan ke 10 negara dan 1,5 juta unit sejauh ini sudah terjual. Laman tersebut menuliskan, total biaya recall diperkirakan mencapai 2 triliun Won atau Rp23,8 triliun.

Menyusul problem baterai tersebut, Wall Street Journal dan Korea Herald melaporkan menyusul problem recall ini, Samsung telah menghentikan divisi pembuat baterainya, Samsung SDI dalam memproduksi Galaxy Note 7 pada tahapan berikutnya.

Belajar dari kasus Galaxy Note 7 itu, Samsung lebih memilih perusahaan China, ATL, untuk memasok baterai Galaxy Note 7. ATL selama ini sudah memasok beberapa baterai Galaxy Note 7 untuk yang diedarkan di pasar China dan Hong Kong.

Alasan penghentian Samsung SDI diduga lantaran divisi itu bertanggung jawab atas kesalahan baterai Galaxy Note 7 yang mana menyebabkan perangkat meledak.

Samsung sudah menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen atas kekurangan kualitas produknya tersebut. Kepala Mobile Samsung, Koh Dong-jin akhir pekan lalu mengatakan, pelanggan yang menginginkan pengembalian atas pembelian Galaxy Note 7 tersebut akan diberikan uang pengganti dan kompensasi.

Recall produk Galaxy Note akan dimulai pada 19 September sampai Maret tahun depan. Diperkirakan, setidaknya 400 ribu konsumen terdampak dari kebijakan recall tersebut.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP