TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Begini Perkiraan Wujud Gerhana Matahari Cincin Hari Ini

Indonesia tak akan melihat cincin raksasa di langit
Begini Perkiraan Wujud Gerhana Matahari Cincin Hari Ini
Gerhana Matahari Sebagian di Bandung (LangitSelatan/Ferry M Simatupang)

VIVA.co.id – Gerhana Matahari Cincin (GMC) bakal terjadi pada sore hari 1 September 2016. Alur gerhana melewati Samudera Atlantik, Afrika bagian tengah, Madagaskar dan Samudera Hindia. Wilayah Indonesia juga dilewati jalur GMC, namun sayangnya bukan jalur utama. Jalur yang mendapat menyaksikan cincin raksasa di langit yaitu di sebagian wilayah Afrika.

Wilayah Indonesia yang dilalui GMC mendapatkan tutupan gerhana sekitar 1 sampai 3 persen. Praktis, dengan tingkat ketutupan gerhana itu, masyarakat Indonesia tak bisa menyaksikan secara langsung GMC atau cincin raksasa di langit.

Peneliti astronomi, Avivah Yamani mengatakan, masyarakat Indonesia hanya bisa menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) yang kecil saja. Dia mengistilahkan, penampakan gerhana yang bisa dilihat hanya secuil.

Untuk memprediksi penampakan GMS yang bisa dilihat sore nanti, Avivah mempersepsikan dengan GMS yang terjadi di Bandung pada 15 Januari 2010.

Enam tahun lalu, di wilayah Bandung, tingkat ketutupan gerhana hampir mendekati 3 persen. Dengan prediksi tingkat ketutupan GMS pada 1 September 2016, hanya 1 sampai 3 persen, maka penampakan gerhana sore ini kemungkinan tak jauh dari penampakan GMS di Bandung tersebut.

"Itu tahun 2010, Bandung ketutupan 2,8 persen. Kira-kira mirip sama besok (hari ini) kalau Bandung bisa dapat maksimum (gerhana)" jelas Avivah menunjukkan gambar yang dimaksud.

Gerhana Matahari Sebagian di Bandung

Foto GMS di Bandung, 15 Januari 2010 (LangitSelatan/Ferry M. Simatupang)

 

Avivah mengatakan, untuk lokasi ideal mengamati GMC pada sore ini, yaitu Bengkulu dan Kepulauan Mentawai. Pengamatan bakal ideal jika cuaca cerah dan dilakukan di area pantai.

Namun demikian, tantangan pengamatan bakal terjadi. Sebab saat tingkat ketutupan gerhana mencapai 2,5 persen, Matahari sudah posisi terbenam. Makanya, menurut data situs astronomi LangitSelatan, ada beberapa wilayah yang mana gerhana tidak tampak, sebab Matahari sudah terbenam. Wilayah tersebut yaitu Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang dan Yogyakarta.

Situs astronomi LangitSelatan, merilis detik-detik penting saat GMC melewati Indonesia pada 1 September 2016.

Berikut catatan waktu saat momen-momen penting GMC di Indonesia:

Pulau Pagai Selatan (Mentawai)

Tingkat ketutupan gerhana 0,05 persen

Mulai GMS 17:41:13 WIB
Maksimum 17:52:26 WIB
Akhir GMS  18:03:44 WIB
Terbenam    18.18 WIB

Pulau Pagai Utara (Mentawai)

Tingkat ketutupan gerhana 0,3 persen

Mulai GMS 17:45:03 WIB
Maksimum 17:52:08 WIB
Akhir GMS  17:59:28 WIB
Terbenam    18.19 WIB

Lubuk Linggau

Tingkat ketutupan gerhana 0,1 persen

Mulai GMS 17:44:26 WIB
Maksimum 17:53:20 WIB
Akhir GMS  18:02:23 WIB
Terbenam    18.08 WIB

Bengkulu

Tingkat ketutupan gerhana 0,5 persen

Mulai GMS 17:38:06 WIB
Maksimum 17:53:29 WIB
Akhir GMS  18:08:42 WIB
Terbenam    18.10 WIB

Bandar Lampung

Tingkat ketutupan gerhana 1,7 persen

Mulai GMS 17:32:18 WIB
Maksimum 17:54:57 WIB
Akhir GMS  18:16:41 WIB
Terbenam    17.57 WIB

Serang

Tingkat ketutupan gerhana 2,5 persen

Mulai GMS 17:29:59 WIB
Maksimum 17:55:26 WIB
Akhir GMS  18:19:44 WIB
Terbenam    17.53 WIB

Jakarta

Tingkat ketutupan gerhana 2,3 persen

Mulai GMS 17:30:27 WIB
Maksimum 17:55:30 WIB
Akhir GMS  18:19:55 WIB
Terbenam    17.50 WIB

Bandung

Tingkat ketutupan gerhana 2,9 persen

Mulai GMS 17:28:13 WIB
Maksimum 17:55:51 WIB
Akhir GMS  18:22:31 WIB
Terbenam    17.47 WIB

Semarang

Tingkat ketutupan gerhana 0,8 persen

Mulai GMS 17:29:43 WIB
Maksimum 17:55:48 WIB
Akhir GMS  18:20:51 WIB
Terbenam    17.35 WIB

Yogyakarta

Tingkat ketutupan gerhana 1,3 persen

Mulai GMS 17:26:56 WIB
Maksimum 17:56:09 WIB
Akhir GMS  18:24:03 WIB
Terbenam    17.35 WIB

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP