TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Tumbuh 40 Persen, Ini Cara XL Geber Layanan Digital

Sayangnya, kontribusi digital ke revenue masih di bawah 5 persen.
Tumbuh 40 Persen, Ini Cara XL Geber Layanan Digital
Hot Rod 4G LTE XL Axiata (Viva.co.id/Agus Tri Haryanto)

VIVA.co.id – PT XL Axiata Tbk (XL) melaporkan pertumbuhan positif di sektor layanan digital sebesar 40,4 persen secara Year on Year (YoY). Performa bagus tersebut tersirat pada laporan perusahaan di semester pertama 2016.
 
Maka dari itu, XL ingin meneruskan tren positif tersebut di semester kedua tahun ini agar bisa berkontribusi lebih besar sebagai sumber pendapatan bagi perusahaan.

"Layanan digital memperlihatkan performa meningkat. Itu goodnews. Artinya, layanan digital memiliki masa depan cerah karena demand-nya tinggi. Tapi, kontribusi layanan digital per kuartal dua baru lima persen. Ke depannya target kami, ini harus meningkat di atas lima persen," ujar Chief Digital Services Officer XL, Joseph Lumban Gaol di Menara Prima, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2016.

Melihat potensi layanan digital yang menggiurkan untuk dijadikan sumber perusahaan, Joseph mengatakan bahwa XL berharap kontribusi layanan digital di akhir 2016 ini bisa tumbuh hingga 6-7 persen.

"Meski digital itu merupakan ranah baru bagi XL, kita sangat serius untuk menggarapnya," ucapnya.

Dalam mencapai target tersebut, ada tiga hal yang akan dilakukan XL sepanjang akhir tahun. Pertama adalah fokus di beberapa inisiatif transformasi XL yang sudah ada dan sangat relevan dengan dunia layanan digital. Sebagai contoh, di semester dua nanti, XL akan gencar memasarkan solusi mobile broadband berbasis 4G untuk pasar Small Business Enterprise (SME).

Kedua, mempercepat transformasi organisasi untuk menuju sales/market centric organization. Salah satu bentukannya adalah dengan membentuk tim khusus yang menangani SME market.

Terakhir, XL terus berupaya dan konsisten dalam membangun ekosistem layanan digital demi mendukung program ekonomi digital pemerintah. Misalnya dari sisi PP 82 tahun 2012. XL terus berupaya meningkatkan layanan yang ada demi mendukung implementasi PP 82 tersebut dan menciptakan Cloud & Data Center bertaraf internasional di negeri ini.

"Selain itu, strategi kita juga masih sama untuk melanjutkan transformasi digital lewat R3, yakni Revamp, Rise dan Reinvent. Kata kuncinya satu, inovasi," ujar dia.

Saat ini, layanan digital yang digarap oleh XL ada 11 ketegori yang di antaranya, Cloud & Data Center, Mobile Finance, Mobile Banking, Mobile Advertising, dan Internet of Thing (IoT).  Lalu ada Elevenia untuk pasar e-Commerce, layanan korporate seperti CUG, layanan MPLS dan Leased Lines, Mobile Broadband (MBB), Digital Entertainment atau yang dikenal Value Added Services (VAS), dan terakhir Solution Selling/Business Development.

"Dari ke-11 kategori layanan digital, yang paling banyak diminati itu kategori VAS dengan jumlah tiga juta pelanggan. Itu akan terus meningkat. Kita akan pacu terus untuk jadi revenue (untuk layanan digital) dari VAS," ungkapnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP