TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Hati-hati, Sering Nonton Porno Online Bikin Disfungsi Ereksi

Pria muda yang datang mengeluhkan soal problem disfungsi ereksi.
Hati-hati, Sering Nonton Porno Online Bikin Disfungsi Ereksi
Ilustrasi situs pornografi di Internet (VIVAnews/Muhammad Firman)

VIVA.co.id – Ketagihan menonton konten porno di internet mempunyai efek yang perlu diwaspadai, khususnya bagi pria. Terapis psikoseksual Nottingham University Hospital, Inggris Angela Gregory mengingatkan bahaya menonton porno secara online secara berlebihan.

Dikutip dari Business Insider, Senin, 15 Agustus 2016, Gregory mengungkapkan, telah ada peningkatan jumlah pria remaja dan usia 20 tahunan yang menderita problem disfungsi ereksi. Sayangnya, data Gregory mengatakan tak punya data detail jumlah kenaikan yang dimaksud. Dia menuturkan, kenaikan jumlah tersebut itu terkait dengan ketagihan menonton porno di internet.

"Apa yang telah saya lihat lebih dari 16 tahun, khususnya lima tahun terakhir ini, ada peningkatan jumlah pria muda (disfungsi ereksi)" ujar dia kepada BBC Newsbeat.

Dia mengatakan, selama ini data yang ada di kliniknya menunjukkan kecenderungan pria yang lebih banyak bertandang ke ruang praktiknya. Pria muda yang datang mengeluhkan soal problem disfungsi ereksi, sedangkan pria yang lebih tua datang karena problem di luar porno, yaitu diabetes, penyakit terkait jantung dan penyakit kekebalan tubuh multiple sclerosis (MS).

"Pria muda tersebut tak punya penyakit organik, mereka sudah diuji oleh dokter umum dan semuanya baik-baik saja," kata dia.

Gregory berkesimpulan problem pria muda tersebut terkait aktivitas menonton porno lantaran dia telah mengonfirmasinya.

"Salah satu penilaian saya, saya akan selalu menanyakan tentang pornografi dan kebiasaaan masturbasi, karena ini bisa jadi penyebab masalah mereka, dalam mengelola ereksi dengan pasangan," kata dia.

Dia menasehati, bagi siapapun yang punya problem yang terkait dengan porno agar pertama kali berbicara dan berkonsultasi dengan dokter umum, sebelum datang ke terapi atau konsultasi ke dokter spesialis.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP